Pengikut

1000 Guru Motivator Literasi

Segera Daftarkan Diri Anda.

Lintas Pagi Spirit RRI Tolitoli

Diskursus Penguatan Nilai-Nilai Pancasila di dalam Kehidupan Sehari-hari.

Dialog Lintas Pagi RRI Tolitoli

Guru Kontrak atau PPPK Menjadi Harapan Terakhir bagi para Honorer, ketika batasan usia dan kuota tidak lagi dipenuhi.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 16 Maret 2023

Draf RKJM

KATA PENGANTAR

Puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala nikmat dan karunia-Nya sehingga penyusunan RKJM berjalan dengan aman dan lancar. Dukungan segenap komponen sekolah, komite sekolah dan masyarakat mendorong Tim Pengembang Sekolah akhirnya dapat menyelesaikan RKJM sesuai dengan rencana. 

RKJM adalah rencana kerja yang disusun berdasarkan harapan, tantangan nyata, kekuatan dan kelemahan yang dihadapi SMK Negeri 1 Galang yang teridentifikasi melalui data dan fakta termasuk raport mutu pendidikan. RKJM merupakan road map yang memandu tim manajemen sekolah untuk mewujudkan Visi, Misi dan Tujuan Sekolah. RKJM juga merupakan bentuk komitmen sekaligus harapan segenap warga sekolah, masyarakat, serta para pemangku kepentingan agar SMK Negeri 1 Galang. Salah satu harapan yang akan diwujudkan tersebut adalah menjadi SMK Pusat keunggulan dalam arti yang sesungguhnya.

Kami menyadari bahwa RKJM ini masih banyak kekurangan. Oleh sebab itu, kami berharap kritikan dan saran solutif dari berbagai pihak sebagai acuan dan bahan refleksi serta evaluasi secara berkala menuju perbaikan berkelanjutan. Penghargaan yang sebesar-besarnya kami sampaikan kepada semua pihak yang telah ikut andil dalam penyusunan RKJM ini. Kontribusi dari semua pihak tentu selalu diperlukan untuk memajukan SMK Negeri 1 Galang mengingat pendidikan merupakan tanggung jawab bersama.

Semoga RKJM ini dapat bermanfaat sesuai harapan kita bersama.

Galang 15 Juli 2022

Kepala  Sekolah

NIP : ...........

Selasa, 14 Maret 2023

LDK di Tempat Wisata

LATIHAN dasar kepemimpinan (LDK) untuk pengurus OSIS dan organisasi internal SMK Negeri 1 Galang di laksanakan di Alfiry Beach salah satu destinasi wisata pantai di sisi utara desa Lalos Tolitoli. LDK dilaksanakan hari jum'at sampai minggu, 10 s.d 12 Maret 2023. Diikuti oleh 35 peserta, terdiri dari : 23 pengurus OSIS, 4 pengurus PIK Remaja Mutiara, 2 pengurus PMR, dan 6 perwakilan Majelis Perwakilan Kelas (MPK).

Keberhasilan pelaksanaan LDK tidak lepas dari kerja sama tim fasilitator yang terdiri dari guru dan staf SMKN 1 Galang. Berikut tim fasilitator yang terlibat:  Abdullah, Marini, Herawati, Rahmat, Andi dan Ari Wijaya. Semua dibawah koordinasi langsung pak Irpan Paputungan sebagai wakasek kesiswaan.

Tim Fasilitator LDK


Tim fasilitator bertugas mengkoordinasikan seluruh kegiatan LDK, menyediakan dan menyiapkan fasilitas yang diperlukan, seperti: jadwal pelaksaan LDK, negosiasi tempat pelaksanaan, menyusun materi kegiatan, menghubungi pemateri, menyiapkan akomodasi, menyiapkan perlengkapan games dan outbound serta memastikan keamanan peserta dari awal hingga akhir kegiatan.

Alhamdulillah, berkat kerja sama yang baik dan solid seluruh rangkaian kegiatan LDK bisa berjalan aman dan lancar. Meski ada sedikit tantangan alam. Hujan turun di sore itu, sabtu 11 Maret 2023. Namun kegiatan tetap berjalan baik. Semua peserta dapat mengikuti sesi acara dengan bahagia. Itu terlihat dari kegembiraan dan antusias mereka saat mengikuti materi maupun games. 

Manfaat LDK di Luar Sekolah

LDK di arena wisata terbilang baru bagi SMK Negeri 1 Galang. Kegiatan yang diinisiasi oleh wakasek kesiswaan ini merupakan kegiatan yang pertama. Sehingga wajar jika peserta begitu bersemangat mengikutinya. Kegiatan LDK di luar sekolah memiliki daya tarik tersendiri dibanding kegiatan di kelas seperti umumnya kegiatan sekolah.

Meskipun di luar sekolah dan di tempat wisata pula, pelaksanaan LDK terbilang efisien. Budget pelaksanaan murah. Setidaknya masih seimbang antara budget yang di keluarkan dengan fasilitas dan manfaat yang diterima oleh peserta kegiatan. Dukungan sarana juga cukup lengkap, meski lebih terbuka.



Melalui tim fasilitator, satu paket fasilitas kegiatan sudah disiapkan. Sebuah Villa untuk fasilitator yang dapat menampung 15 orang. Dua buah gazebo sebagai tempat tidur, diskusi, belajar dan menerima materi. Taman di belakang gazebo dan pantai pasir putih yang luas di depan gazebo menjadi tempat pelaksanaan outbound dan games. Untuk kegiatan pembukaan dan penutupan, disediakan tempat khusus tepat di tengah taman. Di sebelah kanan gazebo, disudut tembok tersedia dapur, pembakaran ikan dan tempat cuci piring.

Lengkap. Tinggal menyediakan ikannya saja. Kebetulan malam minggu, beberapa guru menyempatkan diri mengunjungi tempat kegiatan. Mereka ternyata membawah ikan bandeng segar. Saat bapak ibu guru menikmati keindahan pantai, beberapa anggota tim fasilitator dengan sigap menyiapkan pembakaran ikan. Waw .... aroma bandeng bakar menyebar menggoda selera. Hitung-hitung healing sambil memberikan suport kepada tim pelaksana dan peserta LDK.

Melaksanakan kegiatan di luar sekolah kadang-kadang memang diperlukan. Selain berfungsi untuk memberikan pengalaman baru, melaksanakan kegiatan di luar sekolah, juga banyak manfaatnya, khususnya kepada siswa.

Coba perhatikan penjelasan Bucher dalam materi kuliah yang ditulis oleh Yudanto (FIK UNY). Bucher mengatakan bahwa secara khusus pendidikan di luar kelas dapat memberikan manfaat sebagai berikut:
  1. Siswa belajar untuk hidup secara demokratis bersama anak-anak lain dan orang dewasa
  2. Siswa dapat belajar lebih banyak mengenai lingkungan fisik dan pentingnya kekayaan alam
  3. Kontribusi dan apresiasi terhadap aktivitas di luar ruang akan memperkaya dan meningkatkan kualitas hidup
  4. Kualitas hidup yang dimaksud akan membentuk mereka menjadi warga negara yang baik. Kualitas yang akan berkembang seperti: memiliki rasa tanggung jawab, memiliki jiwa kepemimpinan, mampu bekerja sama, dan jujur
  5. Mereka akan memberikan apresiasi yang lebih baik terhadap pentingnya kesehatan dan kebugaran
  6. Kecintaan untuk bertualang, yang biasanya sangat digemari oleh anak-anak dan remaja, akan tersalurkan melalui kegiatan luar kelas
  7. Siswa dirangsang untuk belajar tentang segala sesuatu yang terdapat di alam dan melihat serta dapat mengkaitkannya dengan materi pelajaran di kelas
  8. Siswa belajar untuk mengandalkan kemampuannya sendiri dalam mempraktekkan aturan-aturan hidup yang sehat
  9. Siswa juga belajar beberapa aturan dasar keselamatan (basics rules of safety)

Belajar di luar kelas oleh Bucher semakna dengan belajar di luar sekolah. Dengan demikian kegiatan LDK yang dilaksanakan di alam terbuka di tempat wisata Alfiry Beach merupakan inovasi dan kreativitas yang sangat positif.

Tempat Wisata Alfiry Beac

Alfiry Beach adalah tempat wisata yang terletak di Desa Lalos Kecamatan Galang Kabupaten Tolitoli. Tempat ini dapat di akses dengan berbagai jenis kenderaan. Baik mobil, motor, maupun kenderaan lainnya. Letaknya juga tidak terlalu jauh dari pusat kota. Dapat ditempuh dalam waktu 20 menit. Akses jalan aspal yang mulus membuat tempat wisata ini sangat mudah dijangkau. Bahkan dari SMK Negeri 1 Galang hanya kurang lebih 1 km.

Alfiry Beach menyajikan view pantai yang indah mempesona. Pantainya masih satu jalur dengan bentangan pantai lalos yang panjang membujur dari selatan ke utara. Disisi kanan Alfiry terdapat tanjung yang menjorok ke laut, sangat eksotik. Batu cadas hitam yang menempel ke sisi gunung (tanjung) menjadi ornamen pemanis, kontras dengan pasir pantai keemasan, menawarkan pemandangan alami yang dapat menghipnotis netra pengunjung. Apalagi jika di sore hari...hemm.

View Pantai dan Tanjung di Alfiry Beac


Destinasi wisata alfiry beach dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang dapat memanjakan wisawatan. Villa bernuansa klasik berjejer rapi siap menyambut pengunjung yang ingin bermalam menikmati indahnya pantai. Fasilitas Villa juga terbilang sangat baik, dilengkapi dengan pendingin ruangan, televisi, kamar mandi excellent dan tempat tidur yang nyaman.

Bila ingin menikmati sejuknya angin laut yang menghembus lembut di sore hari, tembok pembatas yang membentang dibibir pantai dapat menjadi tempat duduk yang nyaman. Pengunjang juga dapat memilih gazebo unik dari kayu kelapa dan bambu sebagai tempat bersantai. Gazebo yang terletak di depan pantai membuat pengunjung leluasa menikmati indahnya lukisan alam yang artistik. Eits, jangan khawatir, gazebonya cukup luas. Mampu menampung lebih dari 15 orang. Artinya cukup leluasa untuk satu keluarga.

Masih banyak fasilitas lain yang dapat dinikmati oleh pengunjung. Ada arena bermain anak. Taman yang dilengkapi berbagai ornamen, seperti figura hewan liar, tempat duduk eksotis yang terbuat dari limbah kayu. Pohon rindang tertata rapih menyejukkan menjadi pemanis taman membuat pengunjung betah duduk berlama-lama. Saat ini di alfiry beach bahkan sudah tersedia arena wisata air. Waterboom.

Pengunjung tinggal memilih, mau mandi di kolam luas tak terbatas. Tersedia pantai indah bersih dengan buih-buih putih bergradasi abu-abu menghampiri pasir. Sangat aman untuk berenang atau sekedar bermain pasir. Namun jika ingin menikmati air tawar dingin, waterboom siap memberikan sensasi hempasannya. Tentu pengunjung boleh menggunakan keduanya dengan puas.

Destinasi wisata Alfiry juga terbilang murah. Cukup dengan biaya Rp. 15.000,- perorang, wisatawan sudah bisa menikmati fasilitas yang tersedia. Memang kalau mau menginap, pengunjung masih harus membayar sewa Rp. 500.000, per Viilla. Namun, pengunjung juga bisa membawa keluarga besarnya. Satu villa bisa menampung 15 orang, meski tidak harus diisi orang sebanyak itu. Pokoknya cukup luas.

Melatih Kepemimpinan

LDK (Latihan Dasar Kepemimpinan) merupakan kegiatan sekolah yang bertujuan melatih jiwa kepemimpinan. Kegiatan ini menjadi wadah bagi siswa terutama para pengurus organisasi internal sekolah untuk mengekspresikan sekaligus menggali potensi diri sebagai pemimpin. 

Melalui kegiatan LDK diharapkan tertanam jiwa kepemimpinan, kemandirian, dan keteladanan kepada para peserta. Setelah mengikuti LDK, kegiatan berorganisasi mestinya semakin baik. Para pengurus organisasi sudah dapat mengelola organisasi dengan manajemen yang baik, terukur, dan akuntabel. Kemampuan mengelola kegiatan lebih mandiri. Tidak lagi bergantung sepeuhnya pada guru. Guru tinggal memfasilitasi, sedangkan siswa atau pengurus mengambil peran utama sebagai pelaku dan pemimpin kegiatan.  

Secara khsusus beberapa manfaat LDK  yaitu:

1. Melatih Rasa Percaya Diri

2. Belajar untuk Menyelesaikan Masalah.

3. Mengasah Kemampuan Organisasi

4. Memupuk Sifat Kepemimpinan

5. Sarana Pengembangan Diri

Melalui LDK peserta juga dilatih berpikir memecahkan masalah melalui kegiatan yang dirancang khusus dalam bentuk games maupun outbound. Kemampuan memecahkan masalah merupakan kompetensi yang penting dimiliki setiap orang agar mereka tetap survive meskipun menghadapi tantangan hidup yang berat. Kemampuan ini dilatih melalui permainan yang menyenangkan, tetapi penuh makna dan filosofi hidup.

Persiapan Outbound Malam Hari


Salah satu games yang dimainkan adalah games the perfect square atau kubus sempurna. Permainan ini bertujuan meningkatkan kemampuan kepemimpinan, meningkatkan komunikasi, dan membangun kepercayaan antar anggota tim atau kelompok.

Cara bermain kubus sempurna terbilang mudah. Peserta dibagi dalam beberapa kelompok. Boleh 9-10 orang perkelompok. Semua peserta di kelompok masing-masing diminta berdiri dan saling berhadapan membentuk sebuah lingkaran. Lalu mata setiap peserta ditutup dengan kain. Selanjutnya  setiap peserta mundur beberapa langkah. Dalam waktu yang telah ditentukan, peserta harus maju kembali dan membentuk kubus yang sempurna dengan mata tertutup. Kelompok yang bisa membentuk kubus paling sempurna ialah yang memenangkan permainan.

Disore hari peserta melaksanakan outbound di pantai. Peserta semuanya bergembira. Fasilitator senang dan bangga bisa memberikan games-games menarik kepada peserta.

Games dan Outbound di Pantai Lalos

Materi yang diberikan pada kegiatan LDK bukan hanya materi kepimpinan. Peserta juga menerima materi khusus tentang genre. Materi ini bertujuan memberikan informasi yang berkaitan dengan penyiapan diri remaja menyongsong kehidupan berkeluarga yang lebih baik. Menyiapkan pribadi yang matang dalam membangun keluarga yang harmonis, serta memantapkan perencanaan dalam menata kehidupan untuk keharmonisan keluarga. Materi disampaikan oleh Ibu Isnawaita, SP. Beliau pembina PIK Remaja Mutiara Galang. 

Disamping itu, peserta juga mendapat edukasi tentang pengendalian dan pemanfaatan sampah. Edukasi terkait sampah disampaikan langsung oleh ketua masyarakat peduli sampah Kabupaten Tolitoli bapak Wiyatmoko. Melalui sajian materi tentang sampah peserta diharapkan memiliki kesadaran tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekaligus tau cara mengelola sampah dengar benar. 

Penutupan LDK 

Kegiatan bermain di alam terbuka membuat peserta LDK bersemangat dan antusias. Hembusan udara segar dengan pemandangan yang memanjakan mata menjadi suplemen spesial saat menerima materi yang disajikan. Alhasil waktu tiga hari pelaksanaan LDK tidak terasa sudah berlalu. Para peserta harus mengakhiri kegiatan.

Kegiatan penutupan berlangsung dengan hikmat. Upacara penutupan di pimpinan langsung oleh kepala sekolah. Para peserta berbaris rapih dengan pakaian olahraga. Tim fasilitator berbaris dengan tertib di sisi lainnya. Wakasek yang hadir duduk di tribun. Setelah memberikan sambutan kepala sekolah akhirnya menutup kegiatan LDK dengan resmi.

Wassalam.

Galang, 13 Maret 2023
Oleh: Muliadi

Sabtu, 11 Maret 2023

Praktik dengan Pola Pikir Bisnis (sebuah refleksi atas pembelajaran praktik kejuruan di sekolah penulis)

Apa itu praktik pola bikir bisnis?

Kita maknai tulisan ini dari kata pola pikir terlebih dahulu, agar kita dapat mencerna maksud penulis. 

Pola pikir adalah sekumpulan keyakinan (prinsip) yang membentuk atau membangun cara berpikir memahami dunia dan diri sendiri (Wikipedia.org). 

Konstruksi pola pikir ditentukan oleh keyakinan, nilai-nilai atau prinsip yang dimiliki seseorang. Sehingga apabila keyakinan, nilai dan prinsip yang dianut seseorang berubah, maka otomatis pola pikir orang tersebut berubah. Perubahan pola pikir seseorang akan memengaruhi cara bersikap dan bertindak orang tersebut. 

Daru Setya Nugroho menjelaskan pola pikir (mindsetadalah cara pandang terhadap sesuatu melalui indra dan menghasilkan sikap yang terimplementasi dalam perilaku dan menghasilkan 'nasib' (Nugroho DS, 2013).

Sikap sendiri bermakna segala perbuatan dan tindakan berdasarkan pendirian dan keyakinan yang dimiliki. Sikap merupakan pernyataan evaluatif terhadap semua hal dapat berupa objek, orang atau peristiwa. Sikap adalah refleksi perasaan seseorang terhadap sesuatu. Sikap memiliki tiga unsur utama, yaitu kesadaran, perasaan dan perilaku. 

Merujuk pada pendapat Nugroho, maka dapat dijelaskan cara kerja pola pikir sebagai berikut: cara pandang atau sudut pandang memberi kesan (citra) terhadap obyek tertentu. Kesan menghasilkan keyakinan, dan keyakinan memengaruhi sikap terhadap obyek.

Perhatikan ilustrasi orang buta memahami gajah. Jika indranya menangkap ekor, maka kesannya akan menyimpulkan gajah itu panjang dan lembut. Kesan ini membentuk sikap terhadap gajah misalnya gajah tidak perlu ditakuti. 

Namun, berbeda ketika indranya menangkap bagian kaki, maka kesan yang diperoleh gajah itu besar, kuat, berat. Sehingga sikap dan yang muncul misalnya awas gajah berbahaya, hati-hati terinjak, dan seterusnya. 

Perspektif berbeda mengstimulasi dua perilaku berbeda. Dari ilustrasi di atas obyeknya satu yaitu gajah, tetapi perspektif orang yang melihatnya berbeda, maka sikap dan prilaku mereka pun berbeda.

Brdasarkan argumentasi tersebut, dapat disimpulkan bahwa pola pikir seseorang akan memengaruhi sikapnya terhadap suatu hal. Dengan kata lain, sikap merupakan cerminan pola pikir. Sehingga untuk memperbaiki sikap seseorang, pola pikirnya perlu diubah terlebih dahulu. 

Nugroho, Ds mengatakan (2013) pola pikir melahirkan tafsir atas apa yang dilihat dan dialami. Pola pikir manusia bisa diubah, dari pola pikir yang negatif ke positif, pecundang ke pemenang, pekerja menjadi wirausaha. Sekedar praktik ke praktik yang terkontrol.

Sementara bisnis secara harfiah dapat dimaknai sebagai aktivitas atau pekerjaan yang menghasilkan keuntungan. Keuntungan disini memiliki makna universal. Keuntungan dapat berupa materi dan non materi. Keuntungan materi seperti finansial, barang, atau aset. Sedangkan keuntungan non materi seperti sikap penuh perhitungan, perilaku tertib dan displin, mampu melihat peluang atau semua sikap positif yang mungkin diperoleh. 

Jadi, pola pikir bisnis artinya pola pikir yang memandang setiap aktivitas (kegiatan) dari sisi bisnis. Pola pikir bisnis menjiwai setiap aktivitas yang dilakukan agar dapat menghasilkan keuntungan. Dengan pola pikir bisnis, setiap orang akan peka terhadap kesempatan dan mempertimbangkan antara untung dan rugi dari bisnis yang akan dimulai (cimbniaga.co.id). 

Dengan demikian, praktik pola pikir bisnis yang dimaksud oleh penulis adalah pembelajaran praktik kejuruan yang dilaksanakan dengan menggunakan pola pikir bisnis. Praktik yang seperti apa? yaitu pembelajaran praktik yang dilaksanakan dengan penuh perhitungan (kalkulasi) terkait keuntungan dan kerugian dari sebuah tindakan atau proses kerja yang memungkinkan terpenuhinya prinsip efektif, efisien, dan ekonomis. 

Oleh sebab itu, pada prinsipnya pelaksanaan praktik dengan pola pikir bisnis bertujuan agar setiap kegiatan praktik dilakukan dengan akurasi tinggi, presisi, tepat, cepat, dan terukur sehingga memberikan peluang lebih besar terhadap tercapainya kompetensi siswa yang tinggi baik hardskills maupun softskills. 

Mengapa praktik dengan pola pikir bisnis penting?  

Ada banyak alasan, mengapa praktik dengan pola pikir bisnis penting dan perlu dilakukan oleh guru kejuruan. 

Pertama: praktik pola pikir bisnis penting untuk membentuk sikap siswa dalam bekerja. Seperti diketahui sikap dalam bekerja menjadi salah satu masalah yang sering dihadapi siswa saat melaksanakan praktek kerja di industri. Oleh sebab itu, salah tugas penting guru kejuruan adalah membentuk sikap atau softskills siswa SMK agar mereka siap menghadapi budaya kerja yang berlaku di dunia industri, dunia usaha atau dunia kerja.  

Dalam praktiknya pembelajaran kejuruan seringkali gagal mengasuh perilaku siswa dalam bekerja. Softskills yang diharapkan tumbuh dan terbentuk pada diri siswa, kenyataannya gagal diwujudkan. Kalaupun ada siswa yang kemudian dapat menunjukkan prilaku baik di industri, itu lebih banyak dipengaruhi oleh karakter individu, bukan karena pengaruh atau hasil dari proses pembelajaran sebagai sarana menghabituasi softskills

Indikator kegagalan itu sangat mudah di identifikasi baik saat berpraktik di sekolah maupun saat berpraktik di industri. Dalam kegiatan praktik di sekolah misalnya, dengan mudah disaksikan siswa tidak tertib bekerja, abai terhadap keamanan kerja (K3), tidak menjaga lingkungan kerja, atau lalai menjaga alat dan bahan yang digunakan. 

Tidak jauh berbeda dengan praktik di sekolah, di industri pun sikap siswa sulit terjaga. Misalnya ada siswa praktik yang pulang tanpa pemberitahuan. Berkelahi di lingkungan kerja. Tidak dapat menyesuaikan diri dengan cara kerja industri, bolos kerja dan berperilaku tidak hormat kepada karyawan lain. 

Hampir tidak dapat disangkal, sikap negatif siswa di industri merupakan cerminan sikap siswa di sekolah, terutama dalam pembelajaran praktik. Fakta ini sekaligus mengkonfirmasi gagalnya proses habituasi softskils yang dilakukan melalui kegiatan praktik kejuruan.

Dalam sebuah kesempatan supervisi prakerin ke industri di Makassar, penulis mendapat masukan dari seorang pendamping, beliau mengatakan "Kelemahan siswa praktik kita itu pak yang paling dominan, tidak disiplin". Kebetulan juga pendampingnya mengaku pernah menjadi guru kejuruan. 

"Seperti apa itu bentuk tidak disiplinnya pak" tanya penulis. 

"Yang sering itu pak, terlambat, bolos kerja dan tidak menggunakan pakaian praktik, jika ditanya alasannya macam-macam jawabannya" kata pendamping itu.

Sambil tersenyum sang pendamping menjelaskan kalau kondisi seperti itu tidak hanya terjadi pada siswa penulis. Siswa dari kota Makassar pun sering kali seperti itu. Penulis bahkan disarankan untuk menyampaikan pada forum Nasional mengenai hal tersebut karena dipandang sebagai masalah serius.

Mengapa pembentukan softskills relatif digagal dilakukan? Menurut hemat penulis karena cara guru melaksanakan pembelajaran kejuruan belum optimal. Guru hanya fokus pada penguatan keterampilan, tetapi abai terhadap pembentukan sikap. Lalu apa yang harus dilakukan? Pada kondisi ini guru perlu mengubah pola pikirnya ke pola pikir bisnis. Dengan pola pikir bisnis, cara guru mengelola pembelajaran praktik akan berubah dari kurang perhitungan ke sikap yang penuh dengan perhitungan karena setiap tindakan diyakini berkonsekuensi pada untung rugi. Pertimbangan untung rugi mendorong guru berpikir lebih hati-hati, lebih cermat, presisi, terukur, dan ekonomis. Pendek kata, dengan pola pikir bisnis guru mempertimbangkan banyak hal yang berpotensi menimbulkan kerugian lebih awal sebelum melakukan tindakan.  

Contoh implementasi sederhana dari pola pikir bisnis dalam praktik, misalnya sebelum bekerja guru memastikan siswa sudah menggunakan APD dan menjalankan K3 dengan baik. Ini bertujuan mencegah terjadinya kecelakaan yang dapat berkonsekuensi timbulnya kerugian materi maupun jiwa. Dengan pola pikir bisnis, sekecil apapun kerugian akan diperhitungkan. Oleh sebab itu, penggunaan APD dan prosedur K3 selalu digunakan untuk mengantisipasi kerugian. Kedisiplinan menjalankan proses K3 akan membuat siswa terbiasa bekerja secara aman. Terbiasa bekerja sesuai dengan prosedur standar. Serta terbiasa bekerja dengan disiplin dan taat pada aturan.

Berbeda dengan guru yang melakukan praktik tanpa pola pikir bisnis,  penggunaan APD dan K3 selalu abai dilakukan. Kegiatan praktik hanya menyentuh keterampilan teknis atau hardskills saja. Sementara sikap siswa relatif tidak tersentuh. Dampaknya, sikap siswa dalam bekerja sulit terbentuk. Siswa justru terbiasa bekerja asal jadi. Tidak ada orientasi mutu terhadap pekerjaan. Proses dan hasil kerja relatif rendah. Ini karena untung rugi tidak menjadi pertimbangan dalam bekerja. Kalau ada alat yang rusak itu sudah dipandang lumrah. Pun kerugian itu disebabkan oleh kelalaian pemakaian.

Padahal sebagaimana diuraikan oleh Zulhafiz yang dikutif dari artikel dengan judul: penerapan program K3 di Kompasiana.com menjelaskan bahwa tujuan K3 adalah:

  1. Meningkatkan kegairahan, keserasian kerja, dan partisipasi kerja
  2. Menghindari gangguan kesehatan yang disebabkan oleh lingkungan atas kondisi kerja
  3. Memberikan rasa aman bagi tenaga kerja dan supaya terlindungi dalam bekerja
Lebih jauh Zulhafiz menjelaskan prinsip dasar ilmu K3 adalah semua kecelakaan dapat dicegah, karena semua kecelakaan pasti ada sebabnya. Oleh sebab itu, jika penyebabnya dihilangkan, maka kemungkinan kecelakaan dapat dihindari. Hal ini jelas selaras dengan pola pikir bisnis karena mencegah kecelakaan berarti mencegah kerugian.

Kedua: praktik dengan pola pikir bisnis penting karena dapat memungkinkan terpenuhinya  keterampilan siswa (hardskills) bermutu tinggi sesuai bidang keahlian atau jurusannya. Hal ini terjadi karena dengan pola pikir bisnis guru akan selalu memastikan bahwa semua prosedur kerja berjalan dengan sempurna. Guru yang berpikir bisnis selalu memperhitungkan potensi kerugian akibat proses kerja yang tidak baku. Sehingga seluruh proses kerja dibawah kendali mutu. Hasilnya, keterampilan siswa dalam bekerja meningkat. 

Bandingkan dengan cara kerja guru tanpa pola pikir bisnis. Berpraktik hanya sekedar memperagakan hal-hal sederhana. Perhatian terhadap mutu kerja dan mutu produk sangat kecil. Akibatnya, praktik asal sudah turun lapangan, atau asal sudah melakukan praktik. Tidak ada panduan kerja yang jelas. Hal ini jelas berakibat pada rendahnya keterampilan siswa karena siswa kehilangan kesempatan menunjukkan cara kerja terbaiknya. 

Ketiga, praktik dengan pola pikir bisnis penting karena dapat menghemat penggunaan alat dan bahan praktik. Guru dengan pola pikir bisnis akan selalu berusaha membuat kalkulasi yang cermat, termasuk dalam menggunakan alat dan bahan. Bagi guru dengan pola pikir bisnis, alat dan bahan praktik merupakan komponen usaha yang harus diperhitungkan sebagai modal, kendatipun itu bersumber dari sekolah dan gratis digunakan. 

Oleh sebab itu, apabila pola pikir bisnis diterapkan dalam melakukan kegiatan praktik, maka dengan sendirinya alat dan bahan praktik akan terjaga. Alat dijaga agar tidak rusak, karena jika rusak pasti merugikan bisnis. Demikian juga dengan bahan praktik akan selalu digunakan secara ekonomis sesuai kebutuhan. Otomatis siswa akan terhindar dari prilaku boros. Pencacatan penggunaan alat akan diperhatikan, dan sisa bahan akan selalu dilaporkan dan dijaga penyimpanannya. 

Bandingkan dengan guru tanpa pola pikir bisnis, penggunaan alat dan bahan seringkali tanpa perhitungan. Alat-alat asal digunakan. Cara penggunaan pun sering tidak sesuai prosedur. Akibatnya alat cepat rusak dan tidak dapat digunakan lagi. Bukan hanya itu, penyimpanan alat pun seringkali tidak aman dan berantakan. Penggunaan bahan praktik tidak efisien. Kadang-kadang boros, tetapi kadang-kadang pula rusak tanpa digunakan. 

Masih terdapat beberapa dampak positif dari pola pikir bisnis dalam melaksanakan pembelajaran praktik kejuruan. Namun, setidaknya tiga hal di atas dapat menjelaskan perlunya pola pikir bisnis dalam pembelajaran kejuruan. 

Uji Kompetensi oleh Mitra Industri

Adakah strategi yang tepat untuk mengimplementasikan praktik dengan pola pikir bisnis? 

Ada, yaitu Tefa. Tefa adalah pembelajaran yang menerapkan prosedur kerja industri di sekolah yang selaras dengan praktik pola pikir bisnis. Industri adalah entitas bisnis yang notabene berpikir dengan pola pikir bisnis. Sehingga menjalankan Tefa, ekuivalen dengan menerapkan praktik dengan pola pikir bisnis. 

Dengan pembelajaran Tefa, guru menuntun siswa dengan panduan berupa jobsheet. Jobsheet menjadi instrumen pendukung yang dapat memastikan keterlibatan siswa dalam suatu proses industri yang berbasis produk. Jobsheet menjadi pengikat antara kepentingan bisnis disatu sisi dengan penguatan kompetensi siswa disisi lainnya. 

Tidak jarang terjadi, kegiatan praktik yang menghasilkan produk dengan nilai ekonomis, tetapi minim keterlibatan siswa sebagai subyek utama pembelajaran. Kalaupun ada keterlibatan hanya sekedar praktik yang tidak substantif karena mempraktikkan hal-hal yang relatif sederhana dengan ukuran yang tidak jelas. 

Agar kegiatan praktik secara utuh membentuk keterampilan dan sikap dalam bekerja melalui kegiatan praktik berbasis produk, maka jobsheet adalah jembatan penghubungnya. Jobsheet akan memastikan bahwa cara kerja siswa sudah sesuai standar kerja yang telah ditetapkan. Jobsheet juga memastikan bahwa cara kerja siswa terukur dengan indikator yang sesuai. Dan yang lebih penting jobsheet memastikan berjalannya pola pikir bisnis dalam kegiatan praktik.  

Berikut ini adalah sebuah cuplikan narasi soal Tefa yang tulis oleh PSMK:

Di dalam kegiatan pembelajaran, sekolah akan disibukkan dengan kegiatan peserta didik yang melakukan kegiatan proses produksi baik membuat barang dan atau melakukan layanan jasa terhadap masyarakat yang merupakan prinsip dasar pembelajaran model TeFa. Dari sana, maka ekosistem sekolah akan berkembang semakin besar seiring dengan banyaknya entitas yang beraktivitas dan berinteraksi dan pada akhirnya terjadi EVOLUSI perubahan fungsi dari sekedar institusi pendidikan menjadi institusi yang juga menangani layanan masyarakat khususnya dengan kaitan pemanfaatan produk TeFa.

Jadi, pemerintah melalui dirjend PSMK ingin SMK tidak hanya sekedar menjadi institusi pendidikan tetapi juga institusi yang menangani layanan masyarakat dengan menyediakan produk bermutu tinggi. Dengan demikian praktik dengan pola pikir bisnis mau tidak mau harus menjadi gerakan bersama untuk mewujudkan SMK hebat, SMK bisa. Hanya saja perlu pula ditunjang oleh regulasi yang sepadan.

Kesimpulan, praktik dengan pola pikir bisnis jauh lebih baik dari kebiasaan berpraktik tanpa pola pikir bisnis. Kompetensi hardskill dan softskill hanya dapat diwujudkan dengan menerapkan pola pikir bisnis. Dengan praktik pola pikir bisnis, penggunaan alat dan bahan lebih hemat dan produktif. Untuk menjalankan praktik dengan pola pikir bisnis, gunakan model pembelajaran Tefa. 

Wassalam

Oleh: Muliadi

Galang, 25 Maret 2023

Jumat, 10 Maret 2023

Pengajian Perdana

Pengajian Perdana. 

Tolitoli, 9 Maret 2023

Oleh: Muliadi

Alhamdulillah, rencana pengajian terlaksana dengan baik. Sore itu, ba'da ashar cuaca cerah. Matahari bersinar terang meski sudah bergeser ke arah barat. Ibu-ibu dan bapak-bapak warga sekolah satu persatu mendatangi masjid Al Magfira di kompleks SMK Negeri 1 Galang untuk mengikuti pengajian. 

Pengajian dilaksanakan pada kamis, 9 Maret 2023 di masjid sekolah. Ini pengajian perdana setelah masa pandemi berakhir. Perdana pula sejak saya bertugas kembali memimpin SMKN 1 Galang. Pengajian lahir dari inisiatif ibu-ibu. Bapak-bapak tinggal setuju saja

Pengajian diikuti oleh seluruh warga sekolah yang beragama Islam. Bukan hanya guru dan seluruh staf sekolah, tetapi juga pekerja lepas lainnya. Dari komposisi yang hadir, kebanyakan ibu-ibu. Bapak-bapak lebih sedikit. 

Suasana pengajian cukup ramai. Kehadiran anak-anak yang ikut bersama orang tua mereka membuat keakraban semakin terasa.. Kebanyakan balita. Anak-anak bermain sambil berlarian kesana kemari. Untunglah penceramah yang diundang belum datang sehingga anak-anak bisa leluasa menikmati kebersamaan mereka. 

Ini mungkin salah satu dari manfaat pengajian, silaturahmi dan ajang bersosialisasi. Tidak ada hubungan dengan stanting. Kalaupun ada, pasti positif karena anak-anak bisa saling berbagi rezeki. Asupan gizi yang menjadi alasan insya Allah sedikit terpenuhi melalui proses berbagi dan saling memberi.



Anak perlu bersosialisasi agar mereka siap beradaptasi. Beradaptasi dengan lingkungan baru dikemudian hari. Perhatikan penjelasan ini: Anda perlu mengajari cara bersosialisasi pada anak sehingga anak dapat menentukan sikap yang tepat saat bertemu dengan teman, orang tua, dan orang asing (http://www.sekolahmuridmeredak.id)

Pengajian ternyata tidak hanya bermanfaat bagi orang dewasa, tetapi juga anak-anak. Melalui pengajian anak-anak dapat saling mengenal. Mereka bermain dan bergembira, itulah dunia mereka, dunia bermain. Semua anak pasti suka bermain, dan itu positif untuk perkembangan mental anak. 

Dari sebuah artikel disebutkan bahwa saat bermain tubuh anak akan melepaskan hormon endorfin yang meningkatkan perasaan bahagia. Penelitian juga menunjukkan bahwa bermain dapat melindungi anak dari dampak negatif paparan stres yang berkepanjangan (https://kumparan.com). Nah, pengajian memberi waktu bagi anak bermain, maka berarti pengajian berpotensi membuat anak bahagia. 

Selain itu orang tua juga bisa mengedukasi anak-anak mereka bagaimana seharusnya bersikap terhadap orang lain atau pada situasi tertentu. Misalnya ketika penceramah sudah hadir, maka anak-anak diminta untuk diam dan duduk dengan tertib, Mereka semua menurut, kecuali si Mazen. Mazen memang masih kecil. Usianya baru 1,5 tahun. Dia belum mengerti situasi. 

Pembawa hikma pengajian hari itu Bapak Ustad Zaenal Abidin, SH. Saat beliau datang acara pengajian langsung di mulai. Ibu Kasmawati sebagai pembawa acara membuka acara pengajian dengan ucapan basmalah. Sebelum ceramah di mulai terlebih dahulu dilantunkan ayat-ayat suci Al-Quran oleh ibu Nurmadia, S. Ag. Suaranya bagus membuat suasana hening penuh penghayatan. Anak-anak duduk diam bersama orang tua masing-masing. 

Ustad Zainal Abidin menyampaikan ceramah sambil berdiri. Biar lebih semangat katanya. Tema ceramah yang disampaikan menarik dan langsung menyentuh prilaku keseharian. Soal sedekah misalnya, beliau mengatakan sedekah merupakan salah satu amalan yang dapat mencegah datangnya murka Allah melalui bencana. Maka banyak-banyaklah bersedekah. 

Bagus sekali isi ceramah pak ustad, apalagi disampaikan dengan gaya yang memikat. Satu kisah menarik terkait dengan amalan sedekah disampaikan oleh pak ustad. Sebuah kisah nyata dari keluarga yang tinggal di desa Tondo Palu. Tidak jauh dari bibir pantai. Pak ustad Zainal menceritakan bahwa saat terjadi gempa dahsyat yang disertai sunami besar tahun 2018. Pasti anda masih ingat kejadian mengerikan itu. Terjadi sebuah keajaiban yang luarbiasa. 

Dikisahkan, satu keluarga yang terdiri dari bapak, ibu, dan anak. Hari itu menjelang magrib gempa dahsyat mengguncang sebagian besar kota Palu dan sekitarnya. Gunjangan hebat itu menghempaskan bangunan dan benda-benda yang ada dipermukaan, tidak terkecuali rumah keluarga kecil itu. Banyak rumah yang roboh, juga pagar tembok tetangga yang bersebelahan dengan rumah mereka. 

Masih dari kisah pak ustad, tidak berselang lama setelah gempa besar menerpa, gemuruh ombak besar terdengar. Sunami datang menerjang. Gelombang tinggi itu menghempaskan semuanya. Orang-orang berusaha menyelamatkan diri. Tetapi sunami terlalu besar dan kuat. Banyak keluarga tidak mampu bertahan. 

Beruntung keluarga kecil itu. Entah dari mana bisikan itu datang, ketiga anggota keluarga tersebut seperti disuruh berdiri di atas sisa tembok runtuh di sebelah rumah mereka. 

Masya Allah, dengan kebesaran Allah SWT saat air bah sunami datang mereka tetap berada di atas potongan tembok itu sambil berpegangan satu dengan yang lain. Ajaibnya potongan tembok itu justru mengapung di permukaan. Tiga kali gelombang besar itu menghantam. Tiga kali pula keluarga kecil itu terbawa mengikuti gelombang. Subhanallah, mereka tetap bertahan di potongan tembok yang mengapung itu  Barulah setelah air tenang, perlahan tembok tersebut tenggelam, dan keluarga kecil itu kemudian berenang ke tempat yang aman. 

Ketiga anggota keluarga tersebut selamat. Rumah mereka pun tidak mengalami kerusakan yang berarti. Sungguu maha besar Allah SWT yang telah menyelamatkan mereka. 

Karena penasaran dengan kejadian yang di luar nalar itu, pak ustadz bertanya kepada bapak tersebut "mohon maaf bapak, amalan apa yang bapak sudah lakukan sehingga Allah SWT berkenan memberikan pertolongan luarbiasa itu"

Bapak tersebut menjawab "istri saya itu setiap hari berjualan sayur di pasar inpres Palu, sebelum keuntungannya dia belanjakan, terlebih dahulu dia keluarkan untuk sedekah 2,5% dari keuntungannya" 

Bapak tersebut melanjutkan "Sedekah tersebut biasanya dia berikan kepada pakir miskin yang dia temukan di sekitar pasar".

Begitulah kekuatan sedekah kata pak ustadz. Oleh sebab itu, bersedekah dan berbagi rezeki itu penting. Tidak akan berkurang rezeki kita karena bersedekah. Tetapi justru semakin berkah dan menghindarkan kita dari marabahaya. 

Banyak nasehat baik yang disampaikan oleh pak ustadz. Banyak pelajaran berharga yang bisa di ambil sebagai pegangan dalam menjalani hidup dan kehidupan. 

Tak terasa waktu semakin sore. Peserta pengajian sangat antusias mendengarkan ceramah penuh hikma. Namun pak ustadz harus menutup ceramahnya. InsyaAllah  kita lanjutkan lagi di pengajian berikutnya. Ini pengajian perdana, kita akan lanjutkan untuk yang kedua, mungkin  selesai lebaran waktunya

Kita berdoa semoga Allah SWT berkenan memberi kita umur panjang. Sehingga kita bisa melaksanakan ibadah puasa yang semakin dekat. Selepas itu, lebarann usai kita pengajian lagi, amiin amiin ya rabbal alamin. 

Wasalam.





Selasa, 07 Maret 2023

Persepsi TeFa

Persepsi TeFa

Oleh: Muliadi

CV Bifaza Utama Tolis bersama SMK Negeri 1 Galang melaksanakan pertemuan, senin 6 Maret 2023. Pertemuan berlangsung pukul 10.00 s.d 12.00 WITA di aula SMK Negeri 1 Galang. Pertemuan dihadiri oleh tim manajemen CV Bifaza Utama Tolis yaitu Direktur Utama Dr Lukman M Arif, M.Si, Direktur Produksi Rostini, dan Direktur pengembangan SDM Wiyatmoko. Sementara dari SMKN 1 Galang hadir kepala sekolah Muliadi, M.Pd, Wakasek Kurikulum Moh. Fadli, S.Pd.Gr, Wakasek Kesiswaan Irpan Paputungan, S.Pd, dan Wakasek Humas Hi. Nasruddin, M.Si. Pada kesempatan tersebut hadir pula Pengawas Pembina Drs. Zahlin, M.Si. Selain tim manajemen, pertemuan juga dihadiri guru-guru kejuruan ATP ATPH, Agribisnis Ternak Unggas, dan NKPI. 


Pertemuan dengan pihak CV Bifaza Utama Tolis merupakan pertemuan lanjutan. Pada pertemuan sebelumnya CV Bifaza Utama Tolis bersama SMKN 1 Galang sudah berkomitmen menjalin kerjasama (kemitraan) dalam pengembangan agroindustri pertanian berkelanjutan melalui program Teaching Factory (TeFa). Kerjasama tersebut ditandai dengan penandatangan dokumen kesepahaman (MOU) pada tanggal 19 Pebruari 2023 yang  berlangsung di ruang guru SMKN 1 Galang.



Saat ini memang SMKN 1 Galang sedang berupaya menerapkan TeFa sebagai salah satu cara meningkatkan mutu proses pembelajaran kejuruan. Model pembelajaran TeFa sendiri merupakan model pembelajaran bagi sekolah vokasi baik SMK maupun perguruan tinggi vokasi berbasis produk/jasa yang mengacu pada standar dan prosedur yang berlaku di industri dan dilaksanakan dalam suasana seperti di industri (https://indotech-group.co.id). Tefa adalah pembelajaran yang berorientasi produksi dan bisnis untuk menjawab tantangan perkembangan industri saat ini dan nanti (Purwaningsi, 2020)

Berdasarkan pengertian diatas maka dapat dikatakan bahwa TeFa adalah model pembelajaran berpraktik yang dilaksanakan di sekolah untuk menghasilkan produk/jasa yang berkualitas industri. Produk/jasa dengan kualitas industri hanya dapat diwujudkan apabila guru sebagai fasilitator pembelajaran dapat menerapkan cara kerja (hardskill) maupun sikap kerja (softskill) sesuai dengan cara dan sikap kerja di industri. Dengan demikian, industri sebagai entitas pelaku usaha wajib ada, terutama dalam perannya sebagai quality control terhadap proses dan hasil produksi. Dalam hal ini kehadiran CV Bifaza Utama Tolis sebagai mitra dalam pelaksanaan TeFa menjadi penting sepanjang mereka dapat memberikan acuan kerja dan standar mutu produk yang akan dihasilkan. 

Pembelajaran TeFa dapat menjadi jalan bagi SMKN 1 Galang untuk membentuk siswa dan alumni yang memiliki hardskill dan softskill  yang selaras dengan kebutuhan industry, dunia usaha, dan dunia kerja apabila mampu menjalankannya dengan benar. Namun kenyataannya menerapkan pembelajaran TeFa bukan perkara mudah. Selain minim pengalaman, hal yang cukup sulit adalah mengubah pola dan budaya mengajar yang selama ini berjalan. Disisi lain kehadiran mitra industri sering kali menimbulkan "rasa was-was" dikalangan warga sekolah. Kekhawatiran yang tidak dikelola dengan baik berpotensi menjadi hambatan psikologis yang dapat menurunkan kinerja personil. Dampaknya, pembelajaran TeFa sebagai kerja kolektif akan sulit berhasil. 

Oleh sebab itu, cara paling efektif untuk mewujudkan TeFa yang berhasil melalui pelibatan mitra industri adalah dialog. Dialog dapat menjadi katalisator atas berbagai perbedaan pandangan. Dialog menjadi pintu komunikasi semua pihak. Dialog yang terbuka dalam suasana kekeluargaan akan menghapus sekat-sekat komunikasi, mempertemukan titik-titik perbedaan serta membuka ruang kolaborasi yang lebih intens diantara para pemangku kepentingan.  

Bersyukur, pertemuan CV Bifaza Utama Tolis dengan pihak SMKN 1 Galang berlangsung hangat dan akrab. Dr Lukman memaparkan rencana kerja yang telah disusun dalam bentuk timeline sebagai proposal kerja yang dapat dijalankan bersama. Sambil menjelaskan rencana kerja, beliau mencoba memberikan pandangannya terkait tujuan akhir dari program kerjasama. Beliau mengatakan "Saya selain sebagai praktisi dibidang agroindustri, saya juga seorang akademisi, oleh sebab itu saya memahami bahwa tujuan akhir dari program kerja sama ini justru bukan pada produknya, tetapi lahirnya sumberdaya manusia yang handal yang memiliki kompetensi tinggi dan siap memasuki dunia kerja" kata Dr Lukman menjelaskan. 


Dr Lukman memang bukan hanya seorang Direktur dan owner CV Bifaza Utama Tolis, tetapi beliau juga seorang Dosen. Beliau akademisi. Beliau bahkan perna menjabat wakil Rektor Universitas Madako Tolitoli, sebelum kemudian mengundurkan diri dan aktif melakukan penelitian dan pengembangan dibidang agroindustri melalui CV Bifaza Utama Tolis dan Yayasan Magau Tolitoli. Yayasan Magau sendiri merupakan yayasan yang bergerak di bidang pengembangan SDM, diklat, penelitian dan pengembangan. Pupuk organik dengan Brand Magau merupakan salah produk yang dikembangkan melalui Yayasan Magau. 

Melalui CV Bifaza Utama, Dr Lukman bersama tim saat ini sedang mengembangkan jagung zea magau varietas 03 (jakaring) diberbagai lokasi di Kabupaten Tolitoli, diantaranya di Desa Janja Kompi Kecamatan Lampasio. Dr Lukman sendiri merupakan alumni pertama SMKN 1 Galang dan bahkan saat ini masih menjadi ketua Alumni SMKN 1 Galang. Sehingga sangat lumrah jika beliau memiliki tanggungjawab moral untuk memajukan SMKN 1 Galang sebagai almamaternya. 


Diskusi pada pertemuan hari itu berlangsung dinamis. Fadli, S.Pd sebagai wakasek kurikulum menjelaskan soal perlunya pembelajaran TeFa dan bagaimana pembelajaran itu seharusnya dilaksanakan. Menurut Fadli "Kehadiran mitra industri wajib ada yang dibuktikan dengan MOU jika kita akan menerapkan TeFa". Kemudian dia menjelaskan perlunya Jobsheet dan jadwal Blok sebagai syarat terlaksananya pembelajaran TeFa. 

Pertanyaan cukup sensitif diungkapkan oleh pak Nasruddin. Pak Nasruddin awalnya menanyakan peran apa yang akan dilalukan oleh pihak CV Bifaza Utama dan peran apa yang akan di mainkan oleh pihak sekolah dalam kerjasama ini. Pak Nasruddin kemudian melanjutkan pertanyaannya "Bagaimana pola pembagian keuntungan yang mungkin saja diperoleh dari usaha ini?"  Tentu ini pertanyaan yang cukup sensitif. Mengingat profit sering kali menyita perhatian dan menjadi titik krusial dari sebuah kerjasama. Selain itu, potensi profit memang cukup terbuka mengingat luas lahan yang dikelola melalui program TeFa mencapai kurang lebih 4 hektar. Oleh sebab itu, meski sensitif tetap perlu diungkapkan agar kedua bela pihak bisa lebih saling memahami dan menjaga marwah kerjasama. 

Sejatinya TeFa sebagai model pembelajaran berbasis produksi tidak ditujukan untuk mencapai keuntungan atau profit yang sebesar-besarnya. Namun tujuan utama TeFa mewujudkan layanan pembelajaran bermutu tinggi. Meski demikian, jika dalam proses produksi diperoleh profit sebagai konsekuensi logis dari proses bisnis yang berjalan, maka profit yang diperoleh tetap harus di kelola sesuai dengan kesepakatan-kesepakatan yang telah dibuat sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan yang berlaku. Sehingga wajar jika kemudian aspek profit perlu disepakati diawal bersama mitra industri terutama apabila pihak industri terlibat dalam investasi. Terkait hal tersebut, CV Bifaza Utama memberikan tiga alternatif sesuai dengan komposisi pembiayaan (investasi).

Pertanyaan lain yang cukup esensial terkait aspek kurikulum. Bagaimanapun kurikulum dalam konteks pendidikan menjadi panduan utama dalam penyelenggaraan pembelajaran, tidak terkecuali pada pembelajaran TeFa. Tentu akan sulit memposisikan siswa dalam kerangka kerja berbasis produksi jika siswa atau guru tidak memiliki panduan yang memadai. Ibu Wahida, SP sebagai ketua jurusan Pertanian (ATP dan ATPH) mengatakan bahwa penyelarasan kurikulum mungkin diperlukan mengingat cara kerja industri relatif berbeda dengan cara kerja institusi pendidikan. Dalam hal ini, CV Bifaza Utama diminta untuk dapat memberikan masukan dalam pengembangan kurikulum bersama sebagai panduan pelaksanaan pembelajaran dan penilaian.  

Dalam kesempatan itu, pengawas pembina juga memberikan pandangan dan penguatan terkait penerapan pembelajaran TeFa. Menurut Pak Zahlin "Siswa perlu diperkenalkan dengan berbagai teknologi pertanian". Secara garis besar urutan pekerjaan dalam pengelolaan dan budidaya pertanian tidak akan jauh berbeda. Tahapan tersebut akan mengikuti pola: proses pemetaan lahan, pengolahan lahan, penanaman, pemeliharaan, panen, dan pasca panen. Namun yang mungkin diperlukan adalah bagaimana setiap tahap pekerjaan dilakukan secara efektif, efesien, dan ekonomis, dan untuk itu diperlukan inovasi dengan menerapkan berbagai metode dan teknologi yang ada. Hal itu biasanya ada pada industri. Sehingga yang perlu diselaraskan adalah bagaimana pemanfaatan teknologi dalam budidaya pertanian dan agroindustri.

Alhamdulillah, dari pertemuan yang berlangsung kurang lebih dua jam itu beberapa hal yang sebelumnya mengganjal di hati masing-masing pihak akhirnya cair dan menemukan titik temu. Alhasil disepakati: proses pembersihan lahan yang menjadi sasaran pengembangan produksi tanaman jagung dan kedelai sebagai bahan baku pakan ternak terus berjalan. Pembersihan lahan saat ini belum melibatkan siswa sebagai pebelajar. Untuk sementara masih dilakukan oleh tenaga khusus. Siswa belum bisa dilibatkan karena jobsheet yang menjadi panduan langkah kerja belum tersedia. 

Kesepatakan yang tidak kalah penting adalah soal pelaksanaan workshop penyelarasan kurikulum antara pihak CV Bifaza Utama Tolis dengan jurusan pertanian dan peternakan. Dari pertemuan tersebut CV Bifaza dan para ketua jurusan bersepakat akan melaksanakan workshop penyelasaran kurikulum. Waktu pelaksanaan akan ditentukan kemudian. Workshop penyelarasan kurikulum diharapkan tidak hanya menghasilkan kurikulum bersama industri, tetapi yang tidak kalah penting tersusunnya jobsheet dan rancangan jadwal blok. Jobsheet dan jadwal blok merupakan dua komponen yang paling urgen dalam pelaksanaan TeFa. Tanpa keduanya maka hampir tidak mngkin pembelajaran TeFa dapat berjalan. Tanpa jobsheet keterlibatan siswa dalam proses produksi tidak terukur, pada akhirnya tujuan membentuk kompetensi tidak tercapai. 

Mungkin persepsi terhadap TeFa sudah sama. Langkah awal sudah dijejakkan. Tidak ada kata mundur. Siapkan bahan dan alat yang diperlukan. Jalankan meski itu terasa berat. Memang tidak harus sempurna, yang terpenting mau belajar dan terus berusaha menjadi lebih baik. Satu hal yang dapat menjadi motivasi, perubahan itu keniscayaan. Berpikir dan bertindaklah kritis, lihat apa yang sudah anda hasilkan dari cara yang anda lakukan selama ini. Sudah baikkah? sudahkah sesuai dengan tujuan yang diharapkan? Jika belum, maka berbesar hatilah untuk mengubah cara mengajar kita. Cobalah untuk melaksanakan hal baru. jangan terlalu setia dengan cara lama. Menerapkan pembelajaran TeFa diawal mungin terasa berat dan kaku, tetapi sering waktu pembelajaran akan semakin luwes dan menyenangkan. Menyenangkan bagi guru dan siswa.

Wassalam.