Pengikut

Jumat, 16 Juli 2021

Rahasia Menulis Hingga Menjadi Buku

 Resume Hari Ke-2, Jum'at 16 Juli 2021


"Semua orang akan mati kecuali karyanya, maka tulislah sesuatu yang akan membahagiakan dirimu di akhirat kelak". - Ali bin Abi Thalib.

Membuat buku adalah keinginan yang terpendam dalam diri saya. Saya sendiri sebetulnya adalah pecinta buku. Jika ada kesempatan keluar daerah terutama jawa, biasanya saya banyak membeli buku. Saking asyiknya membeli buku, suatu ketika di Jogya saya perna kehabisan uang. Budget yang saya siapkan untuk membeli buku ternyata sudah lebih. Karna harus membeli kebutuhan yang lain akhirnya saya mengembalikan beberapa buku. Saya sampai kebingungan buku mana yang harus saya kembalikan. Sebetulnya malu juga kepada penjualnya. Tapi karena uangnya tidak cukup, ya malunya ditahan saja. 

Selain suka. penasaran dengan isinya, saya juga penasaran bagaimana seorang penulis bisa menerbitkan bukunya. Suatu saat, saya ada ditoko buku. Saya lihat disana ada sebuah buku kecil tipis saja. Saya buka isinya, ternyata isinya sangat sederhana. Hanya berisi catatan-catatan pendek tentang aktivitas seorang anak dirumah. Dalam hati saya bilang begini "kalau hanya seperti ini jangankan saya, anak saya saja bisa". Saya berpikir sesederhana itu menerbitkan buku.

Dari kejadian itu saya berpikir, suatu saat saya pasti bisa menulis buku, dan bukunya dipajang di toko buku.  Tapi semua itu sampai saat ini, hanya sebatas impian. Jangankan dipajang di toko buku, membuat buku solo saja saya belum bisa. Oleh karena itu, saya sangat penasaran dengan tema ini "membongkar Rahasia Menulis Hingga Menjadi Buku". 

Ada ekspektasi besar tersimpan dalam benak saya, bahwa saya akan menemukan rahasia besar dari sebuah aktivitas menulis sampai menjadi buku. Maka saya simak satu persatu paparan yang disampaikan. Tetapi setelah bolak balik saya meng-scrool materi yang disampaikan, saya sampai pada suatu kesimpulan bahwa rahasia dari semua itu adalah kebiasaan, keberanian dan komitmen

Lihat saja bagaimana catatan penjalanan karir menulis ibu Rita Wati, S.Kom yang spektakuler. Tumbuh dari penulis yang tidak percaya diri, menjadi penulis yang sangat produktif dalam waktu yang relatif singkat. Menghasilkan 4 buku solo, 1 buku duet  bersama Prof Ekoji yang diterbitkan oleh penerbit Andi dan 10 buku antologi merupakan prestasi luar biasa bagi seorang penulis yang relatif baru. 

Bukan hanya itu, dari 3 buku antologi yang melibatkan dirinya, beliau menjadi kurator serta editor lapis pertama. Guru SMP Negeri 2 Mendoyo Kab.Jembrana Provinsi Bali ini tidak hanya menulis, tapi dia juga dipercaya menjadi editor 3 buku fiksi berupa cerpen dan novel karya peserta Belajar Menulis Omjay. Satu kemampuan yang belum bisa saya lakukan.

berikut sederet buku yang telah melibatkan Ibu Rita Wati, S.Kom sebagai penulisnya:



Menghasilkan tulisan yang baik itu mungkin butuh waktu. Tapi kita tidak perlu ragu untuk menulis, karena setiap tulisan pasti memiliki penikmatnya sendiri-sendiri. Deretan buku milik ibu Rita Wati yang telah diterbitkan merupakan buah dari keberanian dan komitmennya mendobrak segala macam penghambat dalam menulis. Satu ungkapan penuh makna yang menggambarkan keberanian dan komitmen, yaitu berjuang, menangis, dan gigihlah menulis. Dan jangan lupa mencintainya, bahkan ketika tulisan itu mulai menghasilkan. 

Meski demikian seorang penulis, tetap perlu menyadari tujuannya menulis agar aktivitas menulis yang dilakukan memiliki dasar motivasi yang kuat. Ada 4 variabel tujuan menulis seperti yang terlihat pada caption berikut:


Setiap orang pasti memiliki tujuan berbeda. Apakah hanya sekedar ingin belajar, untuk naik pangkat, hobi, atau ingin mendapatkan penghasilan itu sah-sah saja. Namun yang terpenting adalah bagaimana kita menjaga komitmen menulis. Bersemangat di awal menulis itu biasa, tetapi menjaga untuk tetap konsisten menulis itu yang luar biasa.

Menulis selain menjanjikan dari sisi prestasi dan prestise, menulis juga ternyata dapat memberikan dampak positif terhadap kesehatan penulisnya. Dari paparan Ibu Rita disebutkan bahwa menulis itu dapat meredakan stres, memecahkan masalah dengan lebih baik, menuangkan perasaan sesuai keinginan, memperbaiki suasana hati dan meningkatkan daya ingat. Berikut caption yang menyajikan manfaat menulis dari segi kesehatan.


Sementara para ahli menyatakan bahwa menulis akan bermanfaat bagi peningkatan kecerdasan, mengembangkan daya inisiatif dan kreativitas, menumbuhkan keberanian, mendorong kemauan, dan kemampuan mengumpulkan informasi.

Nah, ternyata menulis itu banyak manfaatnya, maka menulislah. Menurut Helvy Tiana Rosa menulis itu mudah. Tapi bagaimana agar tiap huruf berarti dan bisa membuat pembacamu bergerak ke arah yang lebih baik, tanpa kau gurui ini yang perlu diilmui. Untuk itu  Ibu Rita memberikan rahasia menulis, yaitu: (1) Meguasai diri sendiri, (2) Baca buku-buku terbaik, (3) Tulis semua ide yang muncul hingga tuntas, abaikan PUEBI untuk sementara., (4) Latih menulis setiap hari (mulai dari 100 kata, 400 kata hingga 1000 kata.), (5) Buat peta konsep / TOC , dan (6) Tidak takut menunjukkan gagasan baru.

Selain 6 cara di atas, menulis diblog juga dapat menjadi cara yang dapat meningkatkan kemampuan menulis. Blog adalah salah satu media yang dapat mempublikasikan karya tulis kita tanpa harus takut ditolak. Menulis melalui blog membuat tulisan tidak hanya dibaca oleh teman dekat tapi oleh orang di seluruh dunia. Menurut Ibu Rita, jika sehari satu tulisan saja sekitar 2-3 lembar maka dalam sebulan kita sudah dapat menerbitkan satu buku. Ini berarti menulis diblog tidak hanya meningkatkan kemampuan menulis, tetapi juga  bisa menjadi cikal bakal buku yang kita impikan.

Oleh karena itu menulislah, singkirkan segala hal yang menjadi penghambat dalam menulis. Seperti kata pepata tidak ada kehidupan tanpa masalah, apalagi menulis. Masalah yang biasa menghinggapi para penulis adalah susah ide, miskin kosa kata, sulit merangkai kata, menunda-nunda, bingung mau menulis apa, tidak percaya diri, dan merasa tulisannya jelek/ tidak layak untuk di baca. Tapi dengan membiasakan diri membaca, menulis dan terus menulis semua masalah itu pasti bisa di atasi

Jangan biarkan tulisan kita terbelenggu oleh masalah yang tidak perlu. Kalau kita ragu, atau tidak PD dengan tulisan kita, maka perhatikan ungkapan ini "Menulislah dengan tulisan jelek, karena tulisan yang bagus hanya bonus dari kebiasaan". Jadi menulislah dan membacalah karena hanya dengan dua resep itu penyakit menulis itu bisa kita atasi. 

Mau jadi pengarang, tak ada jalan lain kecuali membaca membaca, membaca terutama karya para sastrawan terkemuka dan menulis menulis menulis. Ikut workshop hanya penunjang, begitu pula teori-teori itu, komunitas untuk mengingatkan tekad, saling menyemangati, berbagi pengalaman. Tak seorangpun bisa menjadikan dirimu sebagai penulis atau pengarang kecuali dirimu sendiri (Helvy Tiana Rosa, 1970)

Wassalam


13 komentar:

  1. Salut dengan perjuangan ibu Rita. Omjay tahu persis bagaimana beliau berproses hingga seperti sekarang ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar om jay, satu proses perubahan yang luar biasa

      Hapus
  2. Kemasan tulisan pak Mulyadi mantap. Ulasannya memukau dan Inspiratif.

    BalasHapus
  3. Terimakasih Bu ros, semoga benar

    BalasHapus
  4. Tulisannya bapak sangat detail dan jelas. Lanjutkan pak

    BalasHapus
  5. Apa yg terbesit dlm pikiran bpk ketika melihat buku di toko, itulah yg saya rasakan dahulu. Yakinlah cita-cita akan terwujud ketika kita bertindak. Good resume

    BalasHapus
  6. Terimakasih ibu Rita wati yang hebat

    BalasHapus
  7. Seneng bisa mampir di blog bapa, tulisannya bagus dan saya sangat menikmati saat membacanya. Ada kesan yang bisa saya bawa pulang setelahnya... 👍😊

    BalasHapus
  8. Tulisannya keren Pak.. Guru matematika dan guru penulis juga

    BalasHapus
  9. Tulisannya sangat terinci sekali pak Ketua.Keren...

    BalasHapus
  10. Tulisan Bapak sangat berisi dengan menampilkan kutipan... Good

    BalasHapus