1000 Guru Motivator Literasi
Segera Daftarkan Diri Anda.
Lintas Pagi Spirit RRI Tolitoli
Diskursus Penguatan Nilai-Nilai Pancasila di dalam Kehidupan Sehari-hari.
Dialog Lintas Pagi RRI Tolitoli
Guru Kontrak atau PPPK Menjadi Harapan Terakhir bagi para Honorer, ketika batasan usia dan kuota tidak lagi dipenuhi.
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Rabu, 25 Oktober 2023
Seberapa Penting SOP bagi Guru?
Peluang dan Tantangan Kinerja
Peluang dan Tantangan Kinerja Kita
Muliadi, M.Pd
Assalamualaikum war wab, selamat pagi, salamat sehat dan bahagia.
Izinkan saya menyampaikan rasa optimisme bahwa setiap orang, setiap guru memiliki peluang dan tantangan untuk mencapai target kinerja minimal yang sudah ditentukan yaitu 75% kehadiran di kelas.
Peluang untuk memperbaiki itu tentu bergantung seberapa besar selisih kinerja minimal (75%) dengan kinerja kita saat ini, waktu yang tersedia (ujian semester), dan besarnya usaha yang kita lakukan.
MIsalnya guru K memiliki kinerja saat ini 60%, maka selisih dengan kinierja minimal (75% ) sebesar 75% - 60% = 15%. Selanjutnya, kapan ujian semester dilakukan, misalnya : 20 Nopember 2023, maka jumlah pertemuan yang mungkin dilakukan oleh guru K jika dihitung dari sekarang maksimal tinggal 4 kali pertemuan dengan asumsi 1 minggu 1 kali pertemuan.
Jadi, jika usaha guru K dilakukan secara optimal artinya berusaha memenuhi pertemuan sebanyak 4 kali minimal, maka peluangnya untuk memperbaiki kinerja akan mencapai 11%. Dengan penambahan kinierja 11%, maka jumlah maksimal kinerja guru K sampai pada kegiatan semester dilakukan akan mencapai 60% + 11% = 71%. Artinya apa? artinya guru K tidak dapat mencapai kinerja minimal sampai akhir semester.
Lalu apa yang bisa dilakukan oleh guru K agar dapat memenuhi kinerja minimal sampai akhir semester?
Guru K harus meningkatkan usahanya dengan cara menambah jumlah pertemuan minimal 6 pertemuan dengan rincian 4 pertemuan sesuai jadwal dan 2 pertemuan di luar jadwal (les tambahan).
Inilah peluang dan tantangan yang harus kita maksimalkan sebagai guru. Deklarasi kita sebagai guru ASN harus benar-benar kita pertanggungjawabkan kepada hati nurani kita sendiri, orang tua siswa, siswa, atasan sebagai penaggungjawab, masyarakat, dan pemerintah.
Melihat kenyataan kinerja kita, sebagai profesional pasti kita akan mencari cara bagaimana bisa memenuhi tugas dan tanggungjawab itu secara optimal dari waktu yang tersisa. Kita tentu bukan pecundang yang pasti akan mencari alasan agar dapat memaklumi keadaan.
Oleh sebab itu, saya mengajak kepada seluruh ASN maupun non ASN mari manfaatkan peluang yang kita miliki semaksimal mungkin. Hadapi tantangan yang ada dengan optimisme tinggi. Kita memang perlu profit, tetapi kita juga harus mampu memberikan benefit.
Selamat beraktivitas, selamat berjuang, sukses selalu
Galang, 25 Oktober 2023
Selasa, 12 September 2023
Pantun Bersyalawat: Kearifan Lokal Masyarakat Desa Binontoan, Kabupaten Tolitoli
Pantun Bersyalawat: Kearifan Lokal Masyarakat Desa Binontoan, Kabupaten Tolitoli
Kabupaten Tolitoli yang terletak di provinsi Sulawesi Tengah kaya akan budaya dan tradisi lokal. Salah satu kearifan lokal yang menonjol di Desa Binontoan Kabupaten Tolitoli adalah tradisi berpantun sambil bershalawat kepada Nabi. Pada tulisan ini selanjutnya disebut pantun bershalawat saja.
Pantun bersyalawat adalah bentuk unik dari seni lisan yang menggabungkan dua unsur penting: pantun dan doa kepada Nabi Muhammad SAW. Pantun dalam konteks ini adalah puisi lisan yang terdiri dari empat baris, dengan setiap baris berisi dua bait berima. Sementara itu, doa atau pujian kepada Nabi Muhammad SAW adalah ungkapan rasa cinta, penghormatan, dan kerinduan kepada Nabi yang merupakan figur sentral dalam agama Islam. Kombinasi kedua unsur ini menciptakan seni berpantun dan shalawatan yang bukan saja menghibur tetapi juga memiliki makna yang dalam dan berharga bagi masyarakat desa Binontoan.
Pantun bersyalawat biasanya digunakan dalam berbagai konteks kehidupan sehari-hari di desa Binontoan. Masyarakat setempat sering kali menggunakannya sebagai ekspresi rasa syukur, penghargaan, atau permohonan kepada Nabi Muhammad SAW. Misalnya, dalam perayaan Maulid Nabi atau acara-acara keagamaan lainnya, pantun bersyalawat akan dinyanyikan atau diucapkan sebagai bentuk penghormatan kepada Nabi dan juga sebagai pengingat nilai-nilai kebaikan yang diajarkan oleh Nabi Muhammad.
Selain itu, pantun bersyalawat juga sering digunakan dalam upacara adat dan acara keluarga. Saat pernikahan, pantun bersyalawat dapat digunakan untuk mengiringi prosesi pernikahan sebagai bentuk doa dan harapan untuk kebahagiaan pasangan pengantin. Dalam acara-acara keluarga, seperti pertemuan besar keluarga atau perayaan penting, masyarakat Binontoan juga sering menyanyikan pantun bersyalawat sebagai sarana untuk mempererat ikatan keluarga dan sebagai wujud rasa persatuan dalam tradisi mereka.
Pantun bersyalawat selain sebagai bentuk pengungkapan rasa terima kasih, penghargaan dan permohonan kepada Nabi Muhammad SAW, juga digunakan oleh masyarakat setempat sebagai media komunikasi yang efektif untuk menyampaikan kritik, pesan maupun permohonan kepada para pejabat dan pemimpin daerah..
Suatu ketika di bulan Nopember 2022, di desa Binontoan dilaksanakan acara Halal bi Halal kerjasama PGRI Kecamatan Tolitoli Utara bersama masyarakat desa Binontoan. Pada acara tersebut masyarakat desa Binontoan yang diwakili oleh para "penyair lokal" kemudian naik ke atas panggung dan mulai melantunkan shalawat kepada Nabi secara bersama-sama. Setelah dua sampai tiga kali lantunan shalawat, satu orang peserta dari kelompok itu kemudian membacakan pantun seirama dengan lantunan shalawat.
Demikian seterusnya secara bergilir setiap orang yang ada dalam kelompok tersebut bergantian melantunkan pantun dan shalawat dengan irama yang khas. Pantun-pantun yang disampaikan pun syarat makna. Ada puji-pujian atas kehadiran bapak Bupati dan wakil Bupati Tolitoli. Ada pula pesan-pesan moral tentang kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Namun tidak ketinggalan pula kritik atas beberapa ketimpangan yang dirasakan oleh masyarakat desa Binontoan, seperti ada tower yang berdiri tetapi tidak ada sinyalnya. Semua itu disampaikan dalam bentuk pantun bershalawat. Alih-alih pejabatnya tersinggung, yang ada malah tertawa gembira sambil berjanji untuk memperbaikinya.
Begitu asyiknya tradisi berpantun bershalawat itu sampai-sampai bapak Bupati dan wakil bupati turut larut dalam suasana dan ikut pula membalas pantun yang ditujukan kepadanya. Termasuk pantun bernada kritik atas jaringan yang tidak kunjung membaik padahal tower sudah berdiri cukup lama.
Selain fungsi agama dan budaya, pantun bersyalawat juga memegang peran penting dalam melestarikan bahasa dan tradisi lisan desa Binontoan. Dengan menyampaikan pantun bersyalawat dari generasi ke generasi, masyarakat setempat menjaga bahasa dan kearifan lokal mereka tetap hidup. Hal ini juga membantu memperkuat identitas budaya mereka dalam kerangka yang lebih luas, yaitu budaya Indonesia yang beragam.
Pantun bersyalawat adalah bagian integral dari budaya masyarakat desa Binontoan, Kabupaten Tolitoli. Dengan menggabungkan unsur pantun dan doa kepada Nabi Muhammad SAW, pantun bersyalawat menciptakan ekspresi seni dan keagamaan yang unik. Pantun bersyalawat juga berperan dalam melestarikan bahasa dan tradisi lisan lokal, serta memperkuat identitas budaya masyarakat desa Binontoan. Keberadaannya adalah bukti kekayaan budaya Indonesia yang beraneka ragam, yang harus kita lestarikan dan hargai sebagai warisan budaya yang berharga.
Minggu, 02 Juli 2023
Interkoneksi SMK Dengan Dunia Kerja
Oleh : Muliadi
![]() |
| Gambar ilustrasi |
![]() |
| Gambar ilustrasi SMK |








