Pengikut

1000 Guru Motivator Literasi

Segera Daftarkan Diri Anda.

Lintas Pagi Spirit RRI Tolitoli

Diskursus Penguatan Nilai-Nilai Pancasila di dalam Kehidupan Sehari-hari.

Dialog Lintas Pagi RRI Tolitoli

Guru Kontrak atau PPPK Menjadi Harapan Terakhir bagi para Honorer, ketika batasan usia dan kuota tidak lagi dipenuhi.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 25 Oktober 2023

Seberapa Penting SOP bagi Guru?

*Seberapa Penting SOP bagi guru*? 
Muliadi
Apa itu SOP atau standar operasional prosedur?
SOP adalah prosedur kerja baku yang harus dilakukan oleh profesional seperti guru. 

Menurut (Kusumaningrum, 2019) Bagi dunia kerja, Standard Operating Prosedure (SOP) adalah petunjuk bagi pegawai untuk melaksanakan pekerjaan dengan standar yang telah di tetapkan. 

SOP adalah serangkaian instruksi atau langkah kerja yang menggambarkan pendokumentasian dari kegiatan yang dilakukan secara berulang pada sebuah organisasi.

Bekerja sesuai SOP memastikan bahwa prosedur kerja telah dilakukan dengan yang benar. Pekerjaan yang dilakukan sesuai SOP bahkan dapat menjadi garansi terhadap mutu produk yang dihasilkan. Alasannya sederhana, proses kerja yang baik dan benar akan lebih berpeluang mewujudkan hasil kerja bermutu. Dalam sebuah ungkapan sering disebut "hasil tak akan menghianati prosesnya". 

Guru sebagai pekerja profesional merupakan salah satu kelompok yang paling rentan terhadap komplain masyarakat atas berbagai keputusan yang dibuatnya. Tidak jarang komplain tersebut berujung pada tindakan kekerasan. Masyarakat atau penggguna layanan yang tidak puas biasanya akan melakukan protes. Tidak jarang protes mereka cukup keras, jika keputusan itu dianggap merugikan. 

Kekerasan yang terjadi terhadap guru sudah tidak terhitung lagi. Kekerasan tersebut dapat terjadi secara verbal maupun fisik. Pemicunya satu, karena tidak puas. 

Celakanya komplain masyarakat yang tidak puas atas keputusan yang dibuat oleh guru maupun institusi sekolah seringkali tidak dapat ditangkal hanya karena cacat SOP. Kelemahan prosedur kerja yang cenderung diabaikan selalu menjadi titik terlemah pihak sekolah atau guru ketika di komplain. 

Terbukti kalau ada yang protes atau melakukan "perlawanan balik" pihak sekolah atau guru kesulitan mempertahankan keputusan karena kalah argumen atau alat bukti pendukung. Akibatnya Guru maupun institusi sekolah yang awalnya begitu yakin dengan keputusannya, pada akhirnya lumer dan dibuat tak berdaya. 

Mengapa terjadi demikian? 
Ya itu, dari awal kita sudah terbiasa bekerja mengabaikan prosedur. Mengabaikan SOP. Termasuk diantaranya mengabaikan berbagai instrumen yang diperlukan seperti RPP, daftar hadir, catatan anekdot atau catatan harian guru, catatan pertemuan, notulen, foto, video, dan semua bentuk catatan yang diperlukan dalam sebuah proses kerja, padahal semua itu sangat relevan menjadi bukti bahwa kita telah bekerja sesuai SOP. 

Kadang-kadang kita tidak sadar bahwa pelanggaran SOP selalu bermula dari pelanggaran administratif, misalnya tidak tersedianya instrumen rencana kerja (RPP) dan instrumen lain sebagai pendukung. Padahal ketika terjadi masalah, justru bukti adminsitrasilah yang menjadi pendukung pembuktian bahwa kita sudah bekerja sesuai prosedur. 

Sementara pelanggaran SOP secara teknis dapat disaksikan dari tidak adanya kepatuhan terhadap mekanisme dan prosesur kerja, baik yang dilakukan guru maupun siswa. Padahal pelanggaran ini bisa sangat fatal karena potensial menimbulkan kecelakaan kerja yang tidak perlu. 

Terlepas dari dampak hukum yang mungkin timbul dari pengabaian SOP, pekerjaan yang dilakukan tanpa kepatuhan SOP akan menurunkan kualitas kerja. Hal ini sesuai dengan penelitian Gilang Maulana (2019) yang menyatakan bahwa penerapan SOP memberikan pengaruh positif terhadap kuantitas, kualitas dan ketepatan waktu kerja karyawan.  

Jika kualitas kinerja menurun, maka kepuasan pelanggan terhadap layanan akan menurun. Masalahnya, sepanjang pelanggan masih dapat memaklumi dan menerima kenyataan itu, maka selama itu pula akan aman-aman saja. 

Namun, ketika hal itu dipandang menggangu kepentingan mereka, maka semua bentuk kekurangan termasuk kelalaian dalam menerapkan SOP akan menjadi pintu masuk yang empuk untuk menyerang balik. Dalam banyak kejadian guru maupun institusi biasanya akan goyah pada keputusan yang sudah dibuat. Kalau sudah demikian, biasanya akan lahir kompromi-kompromi yang tidak masuk akal. Misal siswa yang tidak naik, terpaksa harus dinaikkan. Siswa yang sudah dikeluarkan, terpaksa harus diterima kembali. Dan masih banyak kompromi-kompromi yang sebetulnya tidak perlu dilakukan. 

Oleh sebab itu, tidak ada alasan untuk menghindar dari standar kerja yang sudah ditentukan. Jika SOP itu belum ada, maka guru atau sekolah harus berusaha secara optimal menyediakan SOP untuk setiap jenis pekerjaan. 

RPP adalah SOP guru yang wajib dibuat dan dipatuhi. Jika RPP sudah ditandatangani oleh guru dan kepala sekolah. Sepanjang RPP dilaksanakan sesuai rencana maka tidak ada celah bagi guru untuk diprotes dan diproses. 

Dalam kegiatan praktik, jobsheet atau panduan kerja adalah SOP yang wajib dibuat dan dilaksanakan. Semestinya tidak ada praktikum yang dilakukan guru bersama siswa jika tidak dipandu oleh Jobsheet. Praktek tanpa Jobsheet adalah pelanggaran fatal, karena Jobsheet tidak hanya memuat petunjuk dan standar mutu kerja, tetapi yang terpenting disana termuat standar keamanan dan keselamatan kerja. 

Jadi, jelaslah bahwa melaksanakan kerja profesional sebagai guru dengan SOP yang baik dan benar adalah keniscayaan dan sangat urgen. Memang SOP yang harus dipatuhi oleh guru cukup banyak. Sebut saja misalnya, SOP membuat soal ujian, SOP menangani siswa bermasalah, SOP PPDB, SOP pelaksanaan semester, dan SOP pekerjaan lainnya. 

Dalam banyak hal kita harus berprasangka baik bahwa semua akan baik-baik saja. Namun dalam beberapa hal mungkin akan lebih baik jika kita berprasangka buruk. Berprasangka buruk bahwa murid, orang tua, atau siapapun suatu saat akan protes atau komplain atas kinerja kita. Atas keputusan kita. Jika itu terjadi, maka seharusnya kita sudah siap karena semua sudah dilakukan dengan benar sesuai SOP. 

Galang, 25 Oktober 2023

Peluang dan Tantangan Kinerja

 Peluang dan Tantangan Kinerja Kita

Muliadi, M.Pd



Assalamualaikum war wab, selamat pagi, salamat sehat dan bahagia.

Izinkan saya menyampaikan rasa optimisme bahwa setiap orang, setiap guru memiliki peluang dan tantangan untuk mencapai target kinerja minimal yang sudah ditentukan yaitu 75% kehadiran di kelas. 

Peluang untuk memperbaiki itu tentu bergantung seberapa besar selisih kinerja minimal (75%) dengan kinerja kita saat ini, waktu yang tersedia (ujian semester), dan besarnya usaha yang kita lakukan.

MIsalnya guru K memiliki kinerja saat ini 60%, maka selisih dengan kinierja minimal (75% ) sebesar 75% - 60% = 15%. Selanjutnya, kapan ujian semester dilakukan, misalnya : 20 Nopember 2023, maka jumlah pertemuan yang mungkin dilakukan oleh guru K jika dihitung dari sekarang maksimal tinggal 4 kali pertemuan dengan asumsi 1 minggu 1 kali pertemuan. 

Jadi, jika usaha guru K dilakukan secara optimal artinya berusaha memenuhi pertemuan sebanyak 4 kali minimal, maka peluangnya untuk memperbaiki kinerja akan mencapai 11%. Dengan penambahan kinierja 11%, maka jumlah maksimal kinerja guru K sampai pada kegiatan semester dilakukan akan mencapai 60% + 11% = 71%. Artinya apa? artinya guru K tidak dapat mencapai kinerja minimal sampai akhir semester.

Lalu apa yang bisa dilakukan oleh guru K agar dapat memenuhi kinerja minimal sampai akhir semester? 

Guru K harus meningkatkan usahanya dengan cara menambah jumlah pertemuan minimal 6 pertemuan dengan rincian 4 pertemuan sesuai jadwal dan 2 pertemuan di luar jadwal (les tambahan).

Inilah peluang dan tantangan yang harus kita maksimalkan sebagai guru. Deklarasi kita sebagai guru ASN harus benar-benar kita pertanggungjawabkan kepada hati nurani kita sendiri, orang tua siswa, siswa, atasan sebagai penaggungjawab, masyarakat, dan pemerintah. 

Melihat kenyataan kinerja kita, sebagai profesional pasti kita akan mencari cara bagaimana bisa memenuhi tugas dan tanggungjawab itu secara optimal dari waktu yang tersisa. Kita tentu bukan pecundang yang pasti akan mencari alasan agar dapat memaklumi keadaan. 

Oleh sebab itu, saya mengajak kepada seluruh ASN maupun non ASN mari manfaatkan peluang yang kita miliki semaksimal mungkin. Hadapi tantangan yang ada dengan optimisme tinggi. Kita memang perlu profit, tetapi kita juga harus mampu memberikan benefit.


Selamat beraktivitas, selamat berjuang, sukses selalu

Galang, 25 Oktober 2023

Selasa, 12 September 2023

Pantun Bersyalawat: Kearifan Lokal Masyarakat Desa Binontoan, Kabupaten Tolitoli

 


Pantun Bersyalawat: Kearifan Lokal Masyarakat Desa Binontoan, Kabupaten Tolitoli

Kabupaten Tolitoli yang terletak di provinsi Sulawesi Tengah kaya akan budaya dan tradisi lokal. Salah satu kearifan lokal yang menonjol di Desa Binontoan Kabupaten Tolitoli adalah tradisi berpantun sambil bershalawat kepada Nabi. Pada tulisan ini selanjutnya disebut pantun bershalawat saja. 

Pantun bersyalawat adalah bentuk unik dari seni lisan yang menggabungkan dua unsur penting: pantun dan doa kepada Nabi Muhammad SAW. Pantun dalam konteks ini adalah puisi lisan yang terdiri dari empat baris, dengan setiap baris berisi dua bait berima. Sementara itu, doa atau pujian kepada Nabi Muhammad SAW adalah ungkapan rasa cinta, penghormatan, dan kerinduan kepada Nabi yang merupakan figur sentral dalam agama Islam. Kombinasi kedua unsur ini menciptakan seni berpantun dan shalawatan yang bukan saja menghibur tetapi juga memiliki makna yang dalam dan berharga bagi masyarakat desa Binontoan.

Pantun bersyalawat biasanya digunakan dalam berbagai konteks kehidupan sehari-hari di desa Binontoan. Masyarakat setempat sering kali menggunakannya sebagai ekspresi rasa syukur, penghargaan, atau permohonan kepada Nabi Muhammad SAW. Misalnya, dalam perayaan Maulid Nabi atau acara-acara keagamaan lainnya, pantun bersyalawat akan dinyanyikan atau diucapkan sebagai bentuk penghormatan kepada Nabi dan juga sebagai pengingat nilai-nilai kebaikan yang diajarkan oleh Nabi Muhammad.

Selain itu, pantun bersyalawat juga sering digunakan dalam upacara adat dan acara keluarga. Saat pernikahan, pantun bersyalawat dapat digunakan untuk mengiringi prosesi pernikahan sebagai bentuk doa dan harapan untuk kebahagiaan pasangan pengantin. Dalam acara-acara keluarga, seperti pertemuan besar keluarga atau perayaan penting, masyarakat Binontoan juga sering menyanyikan pantun bersyalawat sebagai sarana untuk mempererat ikatan keluarga dan sebagai wujud rasa persatuan dalam tradisi mereka.

Pantun bersyalawat selain sebagai bentuk pengungkapan rasa terima kasih, penghargaan dan permohonan kepada Nabi Muhammad SAW, juga digunakan oleh masyarakat setempat sebagai media komunikasi yang efektif untuk menyampaikan kritik, pesan maupun permohonan kepada para pejabat dan pemimpin daerah.. 

Suatu ketika di bulan Nopember 2022, di desa Binontoan dilaksanakan acara Halal bi Halal kerjasama PGRI Kecamatan Tolitoli Utara bersama masyarakat desa Binontoan. Pada acara tersebut  masyarakat desa Binontoan yang diwakili oleh para "penyair lokal" kemudian naik ke atas panggung dan mulai melantunkan shalawat kepada Nabi secara bersama-sama. Setelah dua sampai tiga kali lantunan shalawat, satu orang peserta dari kelompok itu kemudian membacakan pantun seirama dengan lantunan shalawat. 

Demikian seterusnya secara bergilir setiap orang yang ada dalam kelompok tersebut bergantian melantunkan pantun dan shalawat dengan irama yang khas. Pantun-pantun yang disampaikan pun syarat makna. Ada puji-pujian atas kehadiran bapak Bupati dan wakil Bupati Tolitoli. Ada pula pesan-pesan moral tentang kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Namun tidak ketinggalan pula kritik atas beberapa ketimpangan yang dirasakan oleh masyarakat desa Binontoan, seperti ada tower yang berdiri tetapi tidak ada sinyalnya. Semua itu disampaikan dalam bentuk pantun bershalawat. Alih-alih pejabatnya tersinggung, yang ada malah tertawa gembira sambil berjanji untuk memperbaikinya. 

Begitu asyiknya tradisi berpantun bershalawat itu sampai-sampai bapak Bupati dan wakil bupati turut larut dalam suasana dan ikut pula membalas pantun yang ditujukan kepadanya. Termasuk pantun bernada kritik atas jaringan yang tidak kunjung membaik padahal tower sudah berdiri cukup lama.

Selain fungsi agama dan budaya, pantun bersyalawat juga memegang peran penting dalam melestarikan bahasa dan tradisi lisan desa Binontoan. Dengan menyampaikan pantun bersyalawat dari generasi ke generasi, masyarakat setempat menjaga bahasa dan kearifan lokal mereka tetap hidup. Hal ini juga membantu memperkuat identitas budaya mereka dalam kerangka yang lebih luas, yaitu budaya Indonesia yang beragam.

Pantun bersyalawat adalah bagian integral dari budaya masyarakat desa Binontoan, Kabupaten Tolitoli. Dengan menggabungkan unsur pantun dan doa kepada Nabi Muhammad SAW, pantun bersyalawat menciptakan ekspresi seni dan keagamaan yang unik. Pantun bersyalawat juga berperan dalam melestarikan bahasa dan tradisi lisan lokal, serta memperkuat identitas budaya masyarakat desa Binontoan. Keberadaannya adalah bukti kekayaan budaya Indonesia yang beraneka ragam, yang harus kita lestarikan dan hargai sebagai warisan budaya yang berharga.









Minggu, 02 Juli 2023

Interkoneksi SMK Dengan Dunia Kerja

Oleh : Muliadi

Pendidikan kejuruan memainkan peran penting dalam mempersiapkan peserta didik memasuki dunia kerja. Seiring dengan perkembangan teknologi dan tuntutan pasar, interkoneksi antara SMK dengan dunia kerja menjadi semakin penting. Kolaborasi yang erat antara SMK dengan dunia kerja dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi peserta didik, SMK, dan perusahaan.

Gambar ilustrasi

Salah satu tujuan utama SMK adalah memberikan keterampilan praktis dan pengetahuan yang relevan untuk mempersiapkan peserta didik memasuki dunia kerja. Dengan tujuan seperti itu, kurikulum sekolah saja tidak selalu cukup untuk memenuhi kebutuhan pasar kerja yang terus berkembang. Inilah mengapa interkoneksi SMK dengan dunia kerja menjadi sangat penting. Dunia kerja sebagaimana di atur dalam permendikbud nomor 50 tahun 2020 pasal 4 terdiri dari dunia usaha, dunia industri, BUMN/BUMD, Instansi pemerintah, dan lembaga.

 
Melalui kemitraan antara SMK dan dunia kerja, peserta didik dapat mendapatkan akses langsung ke pengetahuan dan pengalaman yang diperlukan untuk bekerja di bidang yang mereka pilih. Dunia kerja dapat berperan sebagai penyedia praktik kerja, menyediakan kesempatan magang bagi peserta didik, atau bahkan mengadakan program pembelajaran di tempat kerja maupun di sekolah. Ini memberikan peserta didik pengalaman praktis yang tidak dapat mereka dapatkan di dalam kelas. Kesempatan magang mempersiapkan peserta didik dengan keterampilan yang lebih relevan dan dapat diterapkan secara langsung di tempat kerja.

 
Di sisi lain, koneksi dengan dunia kerja juga memberikan manfaat bagi SMK secara kelembagaan. Melalui hubungan yang erat dengan perusahaan, SMK dapat mendapatkan wawasan industri terkini, yang dapat membantu manajemen SMK mengembangkan kurikulum yang lebih relevan dan memenuhi kebutuhan pasar kerja. Sehingga program penyelarasan kurikulum SMK dengan dunia kerja menjadi penting. Kolaborasi dengan perusahaan juga memungkinkan SMK untuk menyediakan program pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan industri, meningkatkan kualitas lulusan dan mengurangi kesenjangan antara keterampilan yang diminta oleh industri dan yang dimiliki oleh lulusan.

Gambar ilustrasi SMK

Dalam konteks ketenakerjaan, sebetulnya tidak hanya SMK yang memperoleh keuntungan dari kemitraan dengan dunia kerja. Interkoneksi SMK dengan dunia kerja sejatinya juga dapat memberikan keuntungan kepada perusahaan atau pelaku usaha itu sendiri. Dengan berpartisipasi dalam pendidikan kejuruan, perusahaan atau pelaku usaha memiliki akses langsung ke bakat baru yang siap kerja. Mereka dapat memengaruhi kurikulum dan membantu mempersiapkan peserta didik sesuai dengan kebutuhan spesifik perusahaan atau lembaga terkait. Dengan membangun hubungan yang kuat dengan SMK, perusahaan atau pelaku usaha juga dapat mengurangi biaya pelatihan internal dan waktu yang diperlukan untuk mengintegrasikan lulusan baru ke dalam lingkungan kerja.

 
Pentingnya interkoneksi SMK dengan dunia kerja telah diakui di banyak negara. Banyak pemerintah, lembaga pendidikan, dan perusahaan telah bekerja sama untuk memperkuat hubungan ini melalui kemitraan formal dan program kolaboratif. Beberapa negara bahkan menerapkan kebijakan yang mewajibkan perusahaan untuk berpartisipasi dalam pendidikan kejuruan sebagai bentuk tanggung jawab sosial mereka terhadap masyarakat.

Kita dapat belajar dari beberapa negara maju yang secara konsisten mengimplikasikan kebijakan mensinergikan antara pendidikan kejuruan dengan dunia kerja. Sebut saja misalnya, Jerman. 

Di Jerman, sistem pendidikan kejuruan sangat diakui dan dihargai. SMK di sana memiliki hubungan yang erat dengan dunia kerja melalui program dual system, di mana siswa SMK menghabiskan waktu setengahnya di sekolah dan setengahnya lagi bekerja di perusahaan mitra. Mereka mendapatkan pelatihan dan pengajaran yang relevan dengan dunia kerja, serta mendapatkan gaji selama masa pelatihan.

Singapura sebagai negara tetangga terdekat kita, tidak kalah dengan Jerman. Singapura memiliki sistem pendidikan vokasional yang terkenal dengan program polytechnic-nya. Program ini memberikan pendidikan yang fokus pada keahlian praktis dan mempersiapkan siswa untuk bekerja setelah lulus. Pemerintah juga bekerja sama dengan perusahaan lokal untuk menyelenggarakan program magang bagi siswa SMK, di mana mereka belajar di sekolah dan juga bekerja di industri terkait.

Coba tengok ke Belanda. Di Belanda, SMK sangat terintegrasi dengan dunia kerja melalui program praktik kerja. Para siswa SMK menghabiskan sebagian besar waktu mereka di sekolah untuk mempelajari teori dan kemudian mendapatkan pengalaman praktis bekerja di industri yang relevan. Banyak perusahaan juga turut serta dalam merancang kurikulum dan memberikan pelatihan kepada siswa SMK.

Demikian juga dengan Australia: Australia memiliki sistem pendidikan vokasional yang kuat melalui program TAFE (Technical and Further Education). SMK di Australia menawarkan berbagai program yang berfokus pada keahlian praktis dan bekerja sama dengan pihak industri untuk menyediakan magang dan kesempatan kerja langsung setelah lulus.

Di Swiss, SMK bahkan diakui sebagai jalur pendidikan yang setara dengan pendidikan akademis. SMK di Swiss menawarkan program praktik yang intensif di perusahaan mitra, di mana siswa akan menghabiskan waktu di sekolah dan waktu yang signifikan bekerja di tempat kerja. Program ini memberikan pemahaman yang mendalam tentang dunia kerja dan mempersiapkan siswa untuk karir yang sukses setelah lulus.
 
Secara keseluruhan, interkoneksi SMK dengan dunia kerja adalah langkah penting untuk mempersiapkan generasi muda dengan keterampilan dan pengetahuan yang relevan dalam dunia kerja yang terus berubah. Kolaborasi yang erat antara SMK kejuruan dan dunia kerja dapat memberikan manfaat yang saling menguntungkan bagi peserta didik, lembaga pendidikan, dan perusahaan. Dengan memastikan keterhubungan yang kuat antara dunia pendidikan dan dunia industri, kita dapat menciptakan tenaga kerja yang siap bersaing dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.