Pengikut

1000 Guru Motivator Literasi

Segera Daftarkan Diri Anda.

Lintas Pagi Spirit RRI Tolitoli

Diskursus Penguatan Nilai-Nilai Pancasila di dalam Kehidupan Sehari-hari.

Dialog Lintas Pagi RRI Tolitoli

Guru Kontrak atau PPPK Menjadi Harapan Terakhir bagi para Honorer, ketika batasan usia dan kuota tidak lagi dipenuhi.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 07 Maret 2023

Persepsi TeFa

Persepsi TeFa

Oleh: Muliadi

CV Bifaza Utama Tolis bersama SMK Negeri 1 Galang melaksanakan pertemuan, senin 6 Maret 2023. Pertemuan berlangsung pukul 10.00 s.d 12.00 WITA di aula SMK Negeri 1 Galang. Pertemuan dihadiri oleh tim manajemen CV Bifaza Utama Tolis yaitu Direktur Utama Dr Lukman M Arif, M.Si, Direktur Produksi Rostini, dan Direktur pengembangan SDM Wiyatmoko. Sementara dari SMKN 1 Galang hadir kepala sekolah Muliadi, M.Pd, Wakasek Kurikulum Moh. Fadli, S.Pd.Gr, Wakasek Kesiswaan Irpan Paputungan, S.Pd, dan Wakasek Humas Hi. Nasruddin, M.Si. Pada kesempatan tersebut hadir pula Pengawas Pembina Drs. Zahlin, M.Si. Selain tim manajemen, pertemuan juga dihadiri guru-guru kejuruan ATP ATPH, Agribisnis Ternak Unggas, dan NKPI. 


Pertemuan dengan pihak CV Bifaza Utama Tolis merupakan pertemuan lanjutan. Pada pertemuan sebelumnya CV Bifaza Utama Tolis bersama SMKN 1 Galang sudah berkomitmen menjalin kerjasama (kemitraan) dalam pengembangan agroindustri pertanian berkelanjutan melalui program Teaching Factory (TeFa). Kerjasama tersebut ditandai dengan penandatangan dokumen kesepahaman (MOU) pada tanggal 19 Pebruari 2023 yang  berlangsung di ruang guru SMKN 1 Galang.



Saat ini memang SMKN 1 Galang sedang berupaya menerapkan TeFa sebagai salah satu cara meningkatkan mutu proses pembelajaran kejuruan. Model pembelajaran TeFa sendiri merupakan model pembelajaran bagi sekolah vokasi baik SMK maupun perguruan tinggi vokasi berbasis produk/jasa yang mengacu pada standar dan prosedur yang berlaku di industri dan dilaksanakan dalam suasana seperti di industri (https://indotech-group.co.id). Tefa adalah pembelajaran yang berorientasi produksi dan bisnis untuk menjawab tantangan perkembangan industri saat ini dan nanti (Purwaningsi, 2020)

Berdasarkan pengertian diatas maka dapat dikatakan bahwa TeFa adalah model pembelajaran berpraktik yang dilaksanakan di sekolah untuk menghasilkan produk/jasa yang berkualitas industri. Produk/jasa dengan kualitas industri hanya dapat diwujudkan apabila guru sebagai fasilitator pembelajaran dapat menerapkan cara kerja (hardskill) maupun sikap kerja (softskill) sesuai dengan cara dan sikap kerja di industri. Dengan demikian, industri sebagai entitas pelaku usaha wajib ada, terutama dalam perannya sebagai quality control terhadap proses dan hasil produksi. Dalam hal ini kehadiran CV Bifaza Utama Tolis sebagai mitra dalam pelaksanaan TeFa menjadi penting sepanjang mereka dapat memberikan acuan kerja dan standar mutu produk yang akan dihasilkan. 

Pembelajaran TeFa dapat menjadi jalan bagi SMKN 1 Galang untuk membentuk siswa dan alumni yang memiliki hardskill dan softskill  yang selaras dengan kebutuhan industry, dunia usaha, dan dunia kerja apabila mampu menjalankannya dengan benar. Namun kenyataannya menerapkan pembelajaran TeFa bukan perkara mudah. Selain minim pengalaman, hal yang cukup sulit adalah mengubah pola dan budaya mengajar yang selama ini berjalan. Disisi lain kehadiran mitra industri sering kali menimbulkan "rasa was-was" dikalangan warga sekolah. Kekhawatiran yang tidak dikelola dengan baik berpotensi menjadi hambatan psikologis yang dapat menurunkan kinerja personil. Dampaknya, pembelajaran TeFa sebagai kerja kolektif akan sulit berhasil. 

Oleh sebab itu, cara paling efektif untuk mewujudkan TeFa yang berhasil melalui pelibatan mitra industri adalah dialog. Dialog dapat menjadi katalisator atas berbagai perbedaan pandangan. Dialog menjadi pintu komunikasi semua pihak. Dialog yang terbuka dalam suasana kekeluargaan akan menghapus sekat-sekat komunikasi, mempertemukan titik-titik perbedaan serta membuka ruang kolaborasi yang lebih intens diantara para pemangku kepentingan.  

Bersyukur, pertemuan CV Bifaza Utama Tolis dengan pihak SMKN 1 Galang berlangsung hangat dan akrab. Dr Lukman memaparkan rencana kerja yang telah disusun dalam bentuk timeline sebagai proposal kerja yang dapat dijalankan bersama. Sambil menjelaskan rencana kerja, beliau mencoba memberikan pandangannya terkait tujuan akhir dari program kerjasama. Beliau mengatakan "Saya selain sebagai praktisi dibidang agroindustri, saya juga seorang akademisi, oleh sebab itu saya memahami bahwa tujuan akhir dari program kerja sama ini justru bukan pada produknya, tetapi lahirnya sumberdaya manusia yang handal yang memiliki kompetensi tinggi dan siap memasuki dunia kerja" kata Dr Lukman menjelaskan. 


Dr Lukman memang bukan hanya seorang Direktur dan owner CV Bifaza Utama Tolis, tetapi beliau juga seorang Dosen. Beliau akademisi. Beliau bahkan perna menjabat wakil Rektor Universitas Madako Tolitoli, sebelum kemudian mengundurkan diri dan aktif melakukan penelitian dan pengembangan dibidang agroindustri melalui CV Bifaza Utama Tolis dan Yayasan Magau Tolitoli. Yayasan Magau sendiri merupakan yayasan yang bergerak di bidang pengembangan SDM, diklat, penelitian dan pengembangan. Pupuk organik dengan Brand Magau merupakan salah produk yang dikembangkan melalui Yayasan Magau. 

Melalui CV Bifaza Utama, Dr Lukman bersama tim saat ini sedang mengembangkan jagung zea magau varietas 03 (jakaring) diberbagai lokasi di Kabupaten Tolitoli, diantaranya di Desa Janja Kompi Kecamatan Lampasio. Dr Lukman sendiri merupakan alumni pertama SMKN 1 Galang dan bahkan saat ini masih menjadi ketua Alumni SMKN 1 Galang. Sehingga sangat lumrah jika beliau memiliki tanggungjawab moral untuk memajukan SMKN 1 Galang sebagai almamaternya. 


Diskusi pada pertemuan hari itu berlangsung dinamis. Fadli, S.Pd sebagai wakasek kurikulum menjelaskan soal perlunya pembelajaran TeFa dan bagaimana pembelajaran itu seharusnya dilaksanakan. Menurut Fadli "Kehadiran mitra industri wajib ada yang dibuktikan dengan MOU jika kita akan menerapkan TeFa". Kemudian dia menjelaskan perlunya Jobsheet dan jadwal Blok sebagai syarat terlaksananya pembelajaran TeFa. 

Pertanyaan cukup sensitif diungkapkan oleh pak Nasruddin. Pak Nasruddin awalnya menanyakan peran apa yang akan dilalukan oleh pihak CV Bifaza Utama dan peran apa yang akan di mainkan oleh pihak sekolah dalam kerjasama ini. Pak Nasruddin kemudian melanjutkan pertanyaannya "Bagaimana pola pembagian keuntungan yang mungkin saja diperoleh dari usaha ini?"  Tentu ini pertanyaan yang cukup sensitif. Mengingat profit sering kali menyita perhatian dan menjadi titik krusial dari sebuah kerjasama. Selain itu, potensi profit memang cukup terbuka mengingat luas lahan yang dikelola melalui program TeFa mencapai kurang lebih 4 hektar. Oleh sebab itu, meski sensitif tetap perlu diungkapkan agar kedua bela pihak bisa lebih saling memahami dan menjaga marwah kerjasama. 

Sejatinya TeFa sebagai model pembelajaran berbasis produksi tidak ditujukan untuk mencapai keuntungan atau profit yang sebesar-besarnya. Namun tujuan utama TeFa mewujudkan layanan pembelajaran bermutu tinggi. Meski demikian, jika dalam proses produksi diperoleh profit sebagai konsekuensi logis dari proses bisnis yang berjalan, maka profit yang diperoleh tetap harus di kelola sesuai dengan kesepakatan-kesepakatan yang telah dibuat sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan yang berlaku. Sehingga wajar jika kemudian aspek profit perlu disepakati diawal bersama mitra industri terutama apabila pihak industri terlibat dalam investasi. Terkait hal tersebut, CV Bifaza Utama memberikan tiga alternatif sesuai dengan komposisi pembiayaan (investasi).

Pertanyaan lain yang cukup esensial terkait aspek kurikulum. Bagaimanapun kurikulum dalam konteks pendidikan menjadi panduan utama dalam penyelenggaraan pembelajaran, tidak terkecuali pada pembelajaran TeFa. Tentu akan sulit memposisikan siswa dalam kerangka kerja berbasis produksi jika siswa atau guru tidak memiliki panduan yang memadai. Ibu Wahida, SP sebagai ketua jurusan Pertanian (ATP dan ATPH) mengatakan bahwa penyelarasan kurikulum mungkin diperlukan mengingat cara kerja industri relatif berbeda dengan cara kerja institusi pendidikan. Dalam hal ini, CV Bifaza Utama diminta untuk dapat memberikan masukan dalam pengembangan kurikulum bersama sebagai panduan pelaksanaan pembelajaran dan penilaian.  

Dalam kesempatan itu, pengawas pembina juga memberikan pandangan dan penguatan terkait penerapan pembelajaran TeFa. Menurut Pak Zahlin "Siswa perlu diperkenalkan dengan berbagai teknologi pertanian". Secara garis besar urutan pekerjaan dalam pengelolaan dan budidaya pertanian tidak akan jauh berbeda. Tahapan tersebut akan mengikuti pola: proses pemetaan lahan, pengolahan lahan, penanaman, pemeliharaan, panen, dan pasca panen. Namun yang mungkin diperlukan adalah bagaimana setiap tahap pekerjaan dilakukan secara efektif, efesien, dan ekonomis, dan untuk itu diperlukan inovasi dengan menerapkan berbagai metode dan teknologi yang ada. Hal itu biasanya ada pada industri. Sehingga yang perlu diselaraskan adalah bagaimana pemanfaatan teknologi dalam budidaya pertanian dan agroindustri.

Alhamdulillah, dari pertemuan yang berlangsung kurang lebih dua jam itu beberapa hal yang sebelumnya mengganjal di hati masing-masing pihak akhirnya cair dan menemukan titik temu. Alhasil disepakati: proses pembersihan lahan yang menjadi sasaran pengembangan produksi tanaman jagung dan kedelai sebagai bahan baku pakan ternak terus berjalan. Pembersihan lahan saat ini belum melibatkan siswa sebagai pebelajar. Untuk sementara masih dilakukan oleh tenaga khusus. Siswa belum bisa dilibatkan karena jobsheet yang menjadi panduan langkah kerja belum tersedia. 

Kesepatakan yang tidak kalah penting adalah soal pelaksanaan workshop penyelarasan kurikulum antara pihak CV Bifaza Utama Tolis dengan jurusan pertanian dan peternakan. Dari pertemuan tersebut CV Bifaza dan para ketua jurusan bersepakat akan melaksanakan workshop penyelasaran kurikulum. Waktu pelaksanaan akan ditentukan kemudian. Workshop penyelarasan kurikulum diharapkan tidak hanya menghasilkan kurikulum bersama industri, tetapi yang tidak kalah penting tersusunnya jobsheet dan rancangan jadwal blok. Jobsheet dan jadwal blok merupakan dua komponen yang paling urgen dalam pelaksanaan TeFa. Tanpa keduanya maka hampir tidak mngkin pembelajaran TeFa dapat berjalan. Tanpa jobsheet keterlibatan siswa dalam proses produksi tidak terukur, pada akhirnya tujuan membentuk kompetensi tidak tercapai. 

Mungkin persepsi terhadap TeFa sudah sama. Langkah awal sudah dijejakkan. Tidak ada kata mundur. Siapkan bahan dan alat yang diperlukan. Jalankan meski itu terasa berat. Memang tidak harus sempurna, yang terpenting mau belajar dan terus berusaha menjadi lebih baik. Satu hal yang dapat menjadi motivasi, perubahan itu keniscayaan. Berpikir dan bertindaklah kritis, lihat apa yang sudah anda hasilkan dari cara yang anda lakukan selama ini. Sudah baikkah? sudahkah sesuai dengan tujuan yang diharapkan? Jika belum, maka berbesar hatilah untuk mengubah cara mengajar kita. Cobalah untuk melaksanakan hal baru. jangan terlalu setia dengan cara lama. Menerapkan pembelajaran TeFa diawal mungin terasa berat dan kaku, tetapi sering waktu pembelajaran akan semakin luwes dan menyenangkan. Menyenangkan bagi guru dan siswa.

Wassalam.

Sabtu, 17 Desember 2022

Libur

Sabtu, 17 Desember 2022

Assalamualaikum, selamat malam, selamat beristrahat, semoga mimpi indah malam ini.

Setelah menjalani tugas dan tanggungjawab sebagai guru dan staf dengan semua rutinitas selama kurang lebih 6 bulan di awal tahun ajaran 2022/2023, saya atas nama pribadi dan institusi SMKN 1 Galang menyampaikan terimakasih yang setinggi-tingginya atas semua pencapaian bapak ibu. Bapak ibu sudah bekerja keras menampilkan hasil karya terbaik sesuai kapasitas dan kapabilitas masing-masing. Hasilnya, alhamdulillah sampai agenda kerja terakhir, PORSENI dan penerimaan Raport semester ganjil tahun pelajaran 2022/2023  berjalan sukses dan lancar. 

Saya secara pribadi menilai PORSENI dan penerimaan raport tepat waktu merupakan wujud akumulasi pencapaian usaha bapak ibu yang paling otentik dan luarbiasa. Penerimaan raport adalah muara dari usaha akademis, sedangkan PORSENI adalah muara dari usaha non akademis, yaitu proses pembinaan ekstrakurikuler yang tidak kalah pentingnya. Atas usaha dan hasil yang telah dicapai, saya harus angkat topi dan menaruh hormat kepada semuanya.

Dalam banyak hal memang tidak ada yang sempurna, tentu itu sangat lumrah dan manusiawi. Namun, itu juga tidak lantas membuat kita berhenti berbenah. Justru dibalik ketidaksempurnaan itu terbuka lebar peluang untuk mencapai kemajuan-kemajuan dengan usaha yang lebih keras. Orang bijak mengatakan bekerjalah dua atau tiga kali lebih banyak dari orang lain karena usaha tidak pernah membohongi hasil". 

Memang tak ada usaha yang pasti berhasil, tetapi orang yang mau berusaha pasti berhasil. Bekerja dengan disiplin adalah ikhtiar, sedangkan hasil yang sempurna adalah milik yang maha sempurna. Merencanakan dengan baik, melaksanakan dengan serius, dan merefleksi hasil dengan jujur adalah siklus yang patut kita lakukan untuk mencapai keberhasilan secara gradual. Melakukan refleksi dengan  jujur sungguh akan membantu setiap diri menemukan potensi dan peluang untuk tumbuh dan berkembang lebih baik.

"Jangan takut dengan kegagalan ketika memulai sebuah usaha, karena kegagalan yang kita alami adalah bahan pembelajaran untuk memperbaiki usaha kita" begiulah kata orang bijak. Belajar dan terus belajar adalah cara paling paripurna untuk memperbaiki setiap usaha, dan belajar dari pengalaman adalah cara paling efektif dan efesien. Lalu, pengalaman itu didapat melalui proses refleksi (muhasabah). Sehingga wajarlah jika kemudian mas menteri Nadim menjadikan refleksi sebagai salah satu strategi memperbaiki proses pendidikan.

Bapak ibu yang berbahagia, selamat berlibur bersama keluarga. Silahkan manfaatkan waktu libur dengan sebaik-baiknya. Anggaplah libur itu seperti icebreaking ketika mengajar yang mampu membuat siswa kembali rileks dan bersemangat mengikuti pelajaran. Maka libur yang berhasil adalah libur yang mampu membuat bapak ibu kembali bekerja dengan semangat di tahun baru 2023. Tahun baru semangat baru, semangat yang lebih tinggi dan lebih konsisiten dari tahun sebelumnya. 

Semangat baru ditahun baru sangat kita butuhkan, mengingat pekerjaan dan usaha kita ditahun itu akan sangat menantang. PR kita memang masih cukup banyak. Program dan rencana kerja menanti untuk dituntaskan. Siap atau tidak itu yang harus kita lakukan. Kita tidak boleh menunggu sampai siap baru berusaha sebab "Kalau mau menunggu sampai siap, kita akan menghabiskan sisa hidup kita hanya untuk menunggu." kata Lemony Snicket. Kuncinya adalah kolaborasi, kerja sama dan sama-sama kerja. 

Sekali lagi terimakasih atas kerjasama bapak ibu semua. Saya juga menyampaikan permohonan maaf atas sikap, prilaku, dan lisan yang tidak terjaga yang kemudian membuat bapak ibu tidak nyaman. Namun, satu hal yang saya yakinkan bahwa saya tidak bermaksud demikian. 

Selamat berlibur

Selamat natal bagi yang merayakan

Selamat tahun baru

Sukses bagi bapak ibu semua


W assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Jumat, 11 November 2022

Konsep Agro Wisata

Agrowisata menjadi sebuah program yang penting di SMK Negeri 1 Galang sekaligus impian. Program ini sudah ada jauh sebelum saya memimpin kembali SMK ini tahun 2022. Plt Kepala SMKN 1 Galang yang sempat mengisi kekosongan kepemimpinan sekolah ini juga sempat mencanangkan program ini sebagai salah satu prioritas. Terlepas dari konsep agrowisata menurut pandangan masing-masing pemimpin, yang jelas program ini telah menjadi cita-cita dan harapan bersama warga sekolah.

Diawal kepemimpinan ke dua di SMKN 1 Galang, saya kembali menegaskan betapa pentingnya program agrowisata ini diwujudkan. Dalam pandangan saya, mewujudkan agrowisata di SMKN 1 Galang sama dengan mewujudkan pendidikan kejuruan bermutu tinggi, integratif dan holistik sesuai dengan kondisi kekinian. Mengapa saya katakan demikian? setidaknya ada tiga alasan, yaitu agrowisata berarti memadukan kegiatan pertanian dengan kegiatan wisata. Artinya kegiatan pertaniannya harus memperhatikan unsur keindahan dan kenyaman bagi siapa saja, terutama warga sekolah dan sekitarnya. Wujudnya sederhana, misalnya dengan mengatur tanaman dan lingkungannya agar terlihat indah dan nyaman. Dalam hal ini saya selalu mengatakan libatkan unsur seni agar viewnya menarik. Termasuk dalam hal ini mengatur bedengan, jalan sekitar tanaman mungkin ditambahkan dengan bunga dan lain-lain. Salah satu contoh kira-kira seperti gambar ini

Sumber foto : https://www.obsessionnews.com/

Coba anda perhatikan gambar di atas, indah kan? ini hanya salah satu contoh. Tentu masih banyak contoh yang lain. Saya hanya ingin membantu mendeskripsikan konsep agrowisata yang saya maksudkan.

Kedua, kegiatan agrowisata harus mengintegrasikan kegiatan pembelajaran (kurikulum) dengan aktivitas pertanian baik teori maupun praktiknya. Artinya program ini tidak boleh lepas dari kurikulum yang sedang berjalan. Konsep, teori, dan kontennya masih berbasis pada kurikulum pertanian. Holtikultra dan perkembunan. Pembelajaran mengenai tanaman holti dan perkebunan justru menjadi unsur penting dan utama dalam mewujudkan konsep agrowisata. Saya mengatakan, agrowisata adalah proyek besar pembelajaran pertanian, dimana setiap konsep dan teori pertanian harusnya dipraktikkan. Ini adalah model pembelajaran kontektual berkelanjutan. Dalam pandangan saya, pembelajaran pertanian di SMK mestinya dikelola secara komprehensif agar hasilnya utuh. Tidak parsial seperti sekarang, dimana antara satu kompetensi dengan kompetensi lain terpisah. Akibatnya, dalam kegiatan praktik tidak jarang satu praktik keterampilan pertanian terpisah dengan praktik keterampilan lainnya. Misalnya praktik menanam, hanya sampai menanam saja. Selesai menanam maka selesai tanggungjawabnya. Dia tidak akan sampai pada proses pemeliharaan, panen dan pasca panen dan seterusnya. Kenapa demikian? jawabannya ... kan kompetensiya hanya menanam. Kompetensi pemeliharaan lain lagi, guru lain juga, waktunya lain juga. Bagaimana, gawatkan? 

Apa akibatnya model pembelajaran seperti ini? kegiatan pertanian di SMK pastinya tidak akan memberikan pengalaman belajar yang holistik. Pengetahuan dan keterampilan pertanian yang dimiliki siswa bagaikan serpihan puzzle yang sangat sulit dirangkai menjadi satu pemahaman dan pengalaman yang utuh. Dunia pertanian yang diharapkan menjadi salah satu sektor penting pendukung perekonomian melalui keterlibatan generasi mudah menjadi tidak akan menarik. Tidak menjanjikan. Tidak memberikan prospek masa depan. Jika sudah demikian, jangan harap SMK pertanian akan menarik bagi calon siswa.

Lalu bagaimana seharusnya dilakukan? Nah, itu tadi. Proyek agrowisata harus dijalankan secara terpadu dalam bingkai kurikulum. Perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi satu unit kegiatan agrowisata wisata harus melibatkan semua kompetensi kegiatan pertanian, mulai dari proses perencanaan kelayakan usaha pertanian (mapel kewirausahaan), pemetaan lahan (kejuruan), pengolahan lahan (kejuruan), pembibitan (kejuruan), pemeliharaan (kejuruan), penen hasil (kejuruan), pengolahan hasil pertanian, sampai pada proses pemasaran. Dalam perencanaan agrowisata, guru harus sudah menetapkan goal-nya, yaitu hasil panen dan turunannya. Jadi bukan lagi hanya sebatas unit-unit kompetensi. Bahkan lebih dari itu, keterlibatan mata pelajaran lain harusnya diperkuat, misalnya mapel biologi dalam pengamatan tanaman dan hama pengganggu. Materi dimulai dari studi lapangan kemudian di diskusikan dan dikonfirmasikan dengan konsep dan teori. Bukan sebaliknya dari teksbook ke lapangan. Demikian juga mapel lain, seni misalnya, harusnya terlibat dalam menilai keindahan.

Yang terpenting dalam hal ini, guru harus dapat mengelola pembelajaran secara kreatif, inovatif, dan produktif. Kolaborasi menjadi kunci, karena guru harus dapat menyesuaikan kompetensi-kompetensi yang telah terdistribusi ke setiap guru kejuruan, jadwal, dan semester. Mungkin guru harus bermusyawarah untuk mengatur dan menata ulang program pembelajarannya. Bagaimanapun fakta sudah membuktikan, kompetensi dan produktivitas siswa tidak mengalami peningkatan yang signifikan selama proses pembelajaran mengikuti alur konvensional selama ini. 

Sudah saatnya pendekatan baru dilakukan. Melalui program agrowisata, meskipun satu rangkaian kegiatan melibatkan semua kompetensi. Namun unit-unit kompetensi yang harus dikuasai oleh setiap siswa masih dapat diamati dan diassesmen setiap saat. Sehingga guru tidak perlu ragu atau bingung dalam memberikan penilaian. Mungkin konsep yang saya maksudkan ini sejalan dengan pembelajaran STEAM (Science, Technology, Engineering, arts and Mathematics). STEAM merupakan pendekatan yang bertujuan mempercepat keterampilan dan pengetahuan siswa yang paling relevan di masyarakat saat ini. Tentu saja pertanian adalah keterampilan dan pengetahuan yang paling relevan dengan kebutuhan masyarakat. Dengan pendekatan STEAM siswa belajar memanfaatkan pengetahuan dan teknologi dalam kehidupan praktis sekaligus menumbuhkembangkan kemampuan mengolah dan menyajikan bentuk dan rupa lain yang menarik dan indah, serta cakap dalam berhitung dan pengetahuan sejenis.  

Ketiga, agrowisata juga merupakan kegiatan yang senapas dengan kegiatan kewirausahaan. Khususnya wirausaha dibidang pertanian. Bidang pertanian harus memberikan peluang usaha yang relevan dengan kebutuhan siswa. Oleh sebab itu, agrowisata tidak hanya menjadi sarana pembelajaran teknis usaha pertanian, tetapi lebih dari itu menjadi satu paket pembelajaran kewirausahaan yang utuh dan berbasis pada produk. Saya pikir teaching factory adalah konsep yang paling linier pada kegiatan kewirausahaan, khususnya dibidang pertanian. Sebagaimana kita ketahui bahwa teaching factory (tefa) merupakan konsep pembelajaran berorientasi pada produksi dan bisnis untuk menjawab tantangan perkembangan dunia usaha dan industri saat ini. Kegiatan pertanian sudah semestinya berorientasi pada bisnis usaha pertanian. Sehingga usaha pertanian dan kegiatan wisata menjadi satu konsep yang paling mungkin untuk wujudkan. 

Syukur, jalan menuju pada cita-cita mewujudkan agrowisata ini sudah bergerak. Tim kerja sudah terbentuk. Ada dua tim pendukung, yaitu tim manajemen dan tim teknis. Tim manajemen berfungsi sebagai tim koordinasi yang tugasnya mengatur tata kelola pemanfaatan lahan secara umum. Sifatnya administratif,  koordinatif, dan suporting. Sementara tim teknis berfungsi menangani program secara teknis mulai dari perencanaan, pemetaan lahan, penataan lahan, penyiapan lahan, pembibitan, penanaman sampai pada kegiatan pasca panen. Tim teknis adalah guru kejuruan dibidang pertanian. Merekalah yang paling memahami hal-hal teknis yang berkaitan dengan kegiatan pengelolaan usaha pertanian. Sementara tim pendukung dapat memberikan saran atau advis berkaitan dengan aspek keindahan, menyamanan, dan keamanan.

Semoga saja segera terwujud. 

 

Rabu, 20 Juli 2022

LBG?

Workshop Lingkar Belajar Guru (LBG) sebagai program mandatori atau wajib yang di laksanakan oleh PGRI provinsi Sulawesi Tengah. Insya Allah kegiatan ini akan dilanjutkan pada tingkat kabupaten khususnya cabang sebagai basis kegiatan. 

LBG merupakan program yang dirancang bersama antara PB PGRI dengan Education Internasional (EI) sebagai upaya meningkatkan kompetensi dan kapasitas guru di tingkat cabang dan ranting PGRI.  

EI sendiri adalah organisasi pendidikan global atau dunia. Anggotanya kurang lebih 2,7 juta di seluruh dunia. PGRI sendiri merupakan satu-satunya organisasi guru di Indonesia yang terafiliasi dengan EI.


Keanggotaan EI antara lain JTU Jepang, AEU Australia, dll. 

LBG hakekatnya sebuah forum diskusi PGRI tingkat cabang dan ranting. Melalui forum tersebut, diharapkan lahir program PGRI yang berbasis pada kebutuhan belajar anggota. 

Dalam narasi ketua PGRI provinsi Sulawesi Tengah, LBG bertujuan memformulasikan berbagai isu ditingkat cabang yang di koordinir oleh pengurus kabupaten.

Ibu ketum menegaskan LBG harus mampu meng-empower anggota diakar rumput sehingga mereka dapat mengkomunikasikan ide, gagasan, dan pandangan mereka secara tegas, lugas, kepada para pemangku kepentingan di lingkungannya. Namun harus tetap sopan dan santun. 


Itulah sebabnya LBG dihadiri oleh pengurus kabupaten dan pengurus cabang. Pengurus cabang sebagai pelaku utama LBG, sedangkan pengurus Kabupaten sebagai koordinator lapangan. 

Namun tidak semua provinsi, kabupaten atau cabang mendapat kesempatan mengikuti program ini. Mungkin terkait budget atau regulasinya begitu. 

Saat ini PGRI yang mendapat kesempatan dan beruntung adalah PGRI Kota Palu, Kabupaten Poso, dan Kabupaten Tolitoli.


LBG dibiayai oleh PB PGRI dan EI. LBG dilaksanakan dari tgl 19 s. d 21 Juli 2022 di Swiss bell hotel Palu. 

Narasumber pada kegiatan ini berasal dari para lead organizer PGRI dan EI diantaranya mas Wijaya (saat ini sedang studio S3 di Korea), ibu Dian dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Dr. Idrus dosen Untad Palu, perwakilan EI, dll. 

Besar harapan kita, program ini benar-benar menjadi program strategis dan bermakna yang dapat diandalkan dalam melayani kebutuhan anggota PGRI. 

PGRI harus berbuat nyata kepada anggota, dan anggota harus merasakannya secara riil, bukan hanya retorika. Setidaknya itu tekad kita semua. 


#hiduppgri

#hidupguru

#solidaritas