Pengikut

1000 Guru Motivator Literasi

Segera Daftarkan Diri Anda.

Lintas Pagi Spirit RRI Tolitoli

Diskursus Penguatan Nilai-Nilai Pancasila di dalam Kehidupan Sehari-hari.

Dialog Lintas Pagi RRI Tolitoli

Guru Kontrak atau PPPK Menjadi Harapan Terakhir bagi para Honorer, ketika batasan usia dan kuota tidak lagi dipenuhi.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Jumat, 11 November 2022

Konsep Agro Wisata

Agrowisata menjadi sebuah program yang penting di SMK Negeri 1 Galang sekaligus impian. Program ini sudah ada jauh sebelum saya memimpin kembali SMK ini tahun 2022. Plt Kepala SMKN 1 Galang yang sempat mengisi kekosongan kepemimpinan sekolah ini juga sempat mencanangkan program ini sebagai salah satu prioritas. Terlepas dari konsep agrowisata menurut pandangan masing-masing pemimpin, yang jelas program ini telah menjadi cita-cita dan harapan bersama warga sekolah.

Diawal kepemimpinan ke dua di SMKN 1 Galang, saya kembali menegaskan betapa pentingnya program agrowisata ini diwujudkan. Dalam pandangan saya, mewujudkan agrowisata di SMKN 1 Galang sama dengan mewujudkan pendidikan kejuruan bermutu tinggi, integratif dan holistik sesuai dengan kondisi kekinian. Mengapa saya katakan demikian? setidaknya ada tiga alasan, yaitu agrowisata berarti memadukan kegiatan pertanian dengan kegiatan wisata. Artinya kegiatan pertaniannya harus memperhatikan unsur keindahan dan kenyaman bagi siapa saja, terutama warga sekolah dan sekitarnya. Wujudnya sederhana, misalnya dengan mengatur tanaman dan lingkungannya agar terlihat indah dan nyaman. Dalam hal ini saya selalu mengatakan libatkan unsur seni agar viewnya menarik. Termasuk dalam hal ini mengatur bedengan, jalan sekitar tanaman mungkin ditambahkan dengan bunga dan lain-lain. Salah satu contoh kira-kira seperti gambar ini

Sumber foto : https://www.obsessionnews.com/

Coba anda perhatikan gambar di atas, indah kan? ini hanya salah satu contoh. Tentu masih banyak contoh yang lain. Saya hanya ingin membantu mendeskripsikan konsep agrowisata yang saya maksudkan.

Kedua, kegiatan agrowisata harus mengintegrasikan kegiatan pembelajaran (kurikulum) dengan aktivitas pertanian baik teori maupun praktiknya. Artinya program ini tidak boleh lepas dari kurikulum yang sedang berjalan. Konsep, teori, dan kontennya masih berbasis pada kurikulum pertanian. Holtikultra dan perkembunan. Pembelajaran mengenai tanaman holti dan perkebunan justru menjadi unsur penting dan utama dalam mewujudkan konsep agrowisata. Saya mengatakan, agrowisata adalah proyek besar pembelajaran pertanian, dimana setiap konsep dan teori pertanian harusnya dipraktikkan. Ini adalah model pembelajaran kontektual berkelanjutan. Dalam pandangan saya, pembelajaran pertanian di SMK mestinya dikelola secara komprehensif agar hasilnya utuh. Tidak parsial seperti sekarang, dimana antara satu kompetensi dengan kompetensi lain terpisah. Akibatnya, dalam kegiatan praktik tidak jarang satu praktik keterampilan pertanian terpisah dengan praktik keterampilan lainnya. Misalnya praktik menanam, hanya sampai menanam saja. Selesai menanam maka selesai tanggungjawabnya. Dia tidak akan sampai pada proses pemeliharaan, panen dan pasca panen dan seterusnya. Kenapa demikian? jawabannya ... kan kompetensiya hanya menanam. Kompetensi pemeliharaan lain lagi, guru lain juga, waktunya lain juga. Bagaimana, gawatkan? 

Apa akibatnya model pembelajaran seperti ini? kegiatan pertanian di SMK pastinya tidak akan memberikan pengalaman belajar yang holistik. Pengetahuan dan keterampilan pertanian yang dimiliki siswa bagaikan serpihan puzzle yang sangat sulit dirangkai menjadi satu pemahaman dan pengalaman yang utuh. Dunia pertanian yang diharapkan menjadi salah satu sektor penting pendukung perekonomian melalui keterlibatan generasi mudah menjadi tidak akan menarik. Tidak menjanjikan. Tidak memberikan prospek masa depan. Jika sudah demikian, jangan harap SMK pertanian akan menarik bagi calon siswa.

Lalu bagaimana seharusnya dilakukan? Nah, itu tadi. Proyek agrowisata harus dijalankan secara terpadu dalam bingkai kurikulum. Perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi satu unit kegiatan agrowisata wisata harus melibatkan semua kompetensi kegiatan pertanian, mulai dari proses perencanaan kelayakan usaha pertanian (mapel kewirausahaan), pemetaan lahan (kejuruan), pengolahan lahan (kejuruan), pembibitan (kejuruan), pemeliharaan (kejuruan), penen hasil (kejuruan), pengolahan hasil pertanian, sampai pada proses pemasaran. Dalam perencanaan agrowisata, guru harus sudah menetapkan goal-nya, yaitu hasil panen dan turunannya. Jadi bukan lagi hanya sebatas unit-unit kompetensi. Bahkan lebih dari itu, keterlibatan mata pelajaran lain harusnya diperkuat, misalnya mapel biologi dalam pengamatan tanaman dan hama pengganggu. Materi dimulai dari studi lapangan kemudian di diskusikan dan dikonfirmasikan dengan konsep dan teori. Bukan sebaliknya dari teksbook ke lapangan. Demikian juga mapel lain, seni misalnya, harusnya terlibat dalam menilai keindahan.

Yang terpenting dalam hal ini, guru harus dapat mengelola pembelajaran secara kreatif, inovatif, dan produktif. Kolaborasi menjadi kunci, karena guru harus dapat menyesuaikan kompetensi-kompetensi yang telah terdistribusi ke setiap guru kejuruan, jadwal, dan semester. Mungkin guru harus bermusyawarah untuk mengatur dan menata ulang program pembelajarannya. Bagaimanapun fakta sudah membuktikan, kompetensi dan produktivitas siswa tidak mengalami peningkatan yang signifikan selama proses pembelajaran mengikuti alur konvensional selama ini. 

Sudah saatnya pendekatan baru dilakukan. Melalui program agrowisata, meskipun satu rangkaian kegiatan melibatkan semua kompetensi. Namun unit-unit kompetensi yang harus dikuasai oleh setiap siswa masih dapat diamati dan diassesmen setiap saat. Sehingga guru tidak perlu ragu atau bingung dalam memberikan penilaian. Mungkin konsep yang saya maksudkan ini sejalan dengan pembelajaran STEAM (Science, Technology, Engineering, arts and Mathematics). STEAM merupakan pendekatan yang bertujuan mempercepat keterampilan dan pengetahuan siswa yang paling relevan di masyarakat saat ini. Tentu saja pertanian adalah keterampilan dan pengetahuan yang paling relevan dengan kebutuhan masyarakat. Dengan pendekatan STEAM siswa belajar memanfaatkan pengetahuan dan teknologi dalam kehidupan praktis sekaligus menumbuhkembangkan kemampuan mengolah dan menyajikan bentuk dan rupa lain yang menarik dan indah, serta cakap dalam berhitung dan pengetahuan sejenis.  

Ketiga, agrowisata juga merupakan kegiatan yang senapas dengan kegiatan kewirausahaan. Khususnya wirausaha dibidang pertanian. Bidang pertanian harus memberikan peluang usaha yang relevan dengan kebutuhan siswa. Oleh sebab itu, agrowisata tidak hanya menjadi sarana pembelajaran teknis usaha pertanian, tetapi lebih dari itu menjadi satu paket pembelajaran kewirausahaan yang utuh dan berbasis pada produk. Saya pikir teaching factory adalah konsep yang paling linier pada kegiatan kewirausahaan, khususnya dibidang pertanian. Sebagaimana kita ketahui bahwa teaching factory (tefa) merupakan konsep pembelajaran berorientasi pada produksi dan bisnis untuk menjawab tantangan perkembangan dunia usaha dan industri saat ini. Kegiatan pertanian sudah semestinya berorientasi pada bisnis usaha pertanian. Sehingga usaha pertanian dan kegiatan wisata menjadi satu konsep yang paling mungkin untuk wujudkan. 

Syukur, jalan menuju pada cita-cita mewujudkan agrowisata ini sudah bergerak. Tim kerja sudah terbentuk. Ada dua tim pendukung, yaitu tim manajemen dan tim teknis. Tim manajemen berfungsi sebagai tim koordinasi yang tugasnya mengatur tata kelola pemanfaatan lahan secara umum. Sifatnya administratif,  koordinatif, dan suporting. Sementara tim teknis berfungsi menangani program secara teknis mulai dari perencanaan, pemetaan lahan, penataan lahan, penyiapan lahan, pembibitan, penanaman sampai pada kegiatan pasca panen. Tim teknis adalah guru kejuruan dibidang pertanian. Merekalah yang paling memahami hal-hal teknis yang berkaitan dengan kegiatan pengelolaan usaha pertanian. Sementara tim pendukung dapat memberikan saran atau advis berkaitan dengan aspek keindahan, menyamanan, dan keamanan.

Semoga saja segera terwujud. 

 

Rabu, 20 Juli 2022

LBG?

Workshop Lingkar Belajar Guru (LBG) sebagai program mandatori atau wajib yang di laksanakan oleh PGRI provinsi Sulawesi Tengah. Insya Allah kegiatan ini akan dilanjutkan pada tingkat kabupaten khususnya cabang sebagai basis kegiatan. 

LBG merupakan program yang dirancang bersama antara PB PGRI dengan Education Internasional (EI) sebagai upaya meningkatkan kompetensi dan kapasitas guru di tingkat cabang dan ranting PGRI.  

EI sendiri adalah organisasi pendidikan global atau dunia. Anggotanya kurang lebih 2,7 juta di seluruh dunia. PGRI sendiri merupakan satu-satunya organisasi guru di Indonesia yang terafiliasi dengan EI.


Keanggotaan EI antara lain JTU Jepang, AEU Australia, dll. 

LBG hakekatnya sebuah forum diskusi PGRI tingkat cabang dan ranting. Melalui forum tersebut, diharapkan lahir program PGRI yang berbasis pada kebutuhan belajar anggota. 

Dalam narasi ketua PGRI provinsi Sulawesi Tengah, LBG bertujuan memformulasikan berbagai isu ditingkat cabang yang di koordinir oleh pengurus kabupaten.

Ibu ketum menegaskan LBG harus mampu meng-empower anggota diakar rumput sehingga mereka dapat mengkomunikasikan ide, gagasan, dan pandangan mereka secara tegas, lugas, kepada para pemangku kepentingan di lingkungannya. Namun harus tetap sopan dan santun. 


Itulah sebabnya LBG dihadiri oleh pengurus kabupaten dan pengurus cabang. Pengurus cabang sebagai pelaku utama LBG, sedangkan pengurus Kabupaten sebagai koordinator lapangan. 

Namun tidak semua provinsi, kabupaten atau cabang mendapat kesempatan mengikuti program ini. Mungkin terkait budget atau regulasinya begitu. 

Saat ini PGRI yang mendapat kesempatan dan beruntung adalah PGRI Kota Palu, Kabupaten Poso, dan Kabupaten Tolitoli.


LBG dibiayai oleh PB PGRI dan EI. LBG dilaksanakan dari tgl 19 s. d 21 Juli 2022 di Swiss bell hotel Palu. 

Narasumber pada kegiatan ini berasal dari para lead organizer PGRI dan EI diantaranya mas Wijaya (saat ini sedang studio S3 di Korea), ibu Dian dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Dr. Idrus dosen Untad Palu, perwakilan EI, dll. 

Besar harapan kita, program ini benar-benar menjadi program strategis dan bermakna yang dapat diandalkan dalam melayani kebutuhan anggota PGRI. 

PGRI harus berbuat nyata kepada anggota, dan anggota harus merasakannya secara riil, bukan hanya retorika. Setidaknya itu tekad kita semua. 


#hiduppgri

#hidupguru

#solidaritas

Senin, 06 Juni 2022

Duka Guru

 Tiba-tiba telpon berdering. Pak Asri. "Assalamu'alaikum, pak Mul ada berita duka ini, ibu Samsidar meninggal dunia barusan" Suara lirih pak Asri diujung telpon. Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. 

Yah, hari ini keluarga besar guru kembali berduka. Ibu Samsidar guru Agama di SMK Negeri 1 Tolitoli meninggal dunia. Beliau menghembuskan napas terakhir pukul 21.00 WITA minggu malam, tanggal 5 juni 2022.

Sejak tiga bulan terakhir almarhumah menderita sakit. Maaf saya tidak akan menceritakan sakitnya apa. Kami ingin menjenguk tetapi dia menolak. Entahlah, mungkin tidak ingin merepotkan. Sampai akhirnya berita duka itu datang. Kami semua begitu kehilangan. 

Ibu Samsidar guru Agama Islam. Masih cukup mudah, usia beliau sekitar 49 tahun. Dedikasi almarhumah di dunia pendidikan sangat tinggi. Dalam kondisi sakit pun beliau masih berusaha melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya. 

Beliau juga guru yang ramah, sabar, dan suka berbagi. Sering kali kami menikmati makanan kecil yang di bawanya dari rumah. Sudut ruang Guru yang terletak disisi kanan pintu masuk menjadi tempat paporit kami berkumpul. Sendah gurau atau sekedar ngobrol ringan soal aktivitas mengajar sering kami lakukan di sana.

Beliau selalu terlibat pembicaraan, karena di sanalah tempat duduknya. Sepasang meja dan kursi di sudut ruang guru menjadi tempat nyaman baginya. Raut wajah yang selalu ceria dan senyumnya yang tulus membuat kami tertipu. 

Kami tertipu, karena kami tak tahu kalau dia ternyata menyimpan luka dan duka untuk dirinya sendiri. Bodohnya kami, naifnya kami atas semua sikapmu yang begitu baik dan normal. Maafkan kami yang tidak bisa memahamimu apalagi membantumu dari sakit yang kau derita selama ini. 

Kini tempat itu telah sepi membisu dari derai tawa dan senyum manismu. Tidak ada lagi jajanan kecil yang biasa kau bawah sekedar menggoda selera makan sahabatmu. Semua sudah berakhir, namun kenangan tentang dirimu tetap abadi dihati dan pikiran sahabat-sahabatmu. 

Upacara persemayaman yang dilaksanakan oleh pemerintah daerah provinsi Sulawesi Tengah menandai akhir dari pengabdiannya di dunia. Pak Baharuddin, S. Pd , KTU dinas pendidikan menengah wil VI Buol dan Tolitoli bertindak sebagai pembina upacara. Pemimpin upacara dari personil satpolpp. Sahabat guru dengan seragam PGRI mengambil barisan di depan sebagai peserta upacara. 

Saya bertugas membacakan riwayat hidup singkat almarhumah. Saya bersyukur bisa mengambil bagian dalam upacara penghormatan terakhir untuknya. Setelah sambutan keluarga dan penyerahan jenazah kepada pihak Pemda, upacara dilanjutkan dengan pembacaan sambutan gubernur sulteng. 

Suasana duka menyelimuti para pelayat yang hadir. Suasana haru makin terasa saat mata tertuju pada seorang gadis belia yang tertunduk sedih seakan menahan beban yang demikian berat. 

Almarhumah meninggalkan 4 orang putra. Satu-satunya perempuan adalah gadis belia berumur 20 tahun. Masih kuliah. Semester 4 di universitas Tadulako. Dia juga anak tertua. Tiga adiknya semua laki-laki. Satu kuliah di Universitas yang sama. Sementara dua adik lainya masih sekolah di SMP dan SD. Kini mereka telah yatim. 

Pemakaman almarhumah dilaksanakan di pekuburan keluarga. Di desa sabang. Kurang lebih 20 km dari rumah duka di perumahan BTN Nabila Tolitoli. Kami mengantar almarhumah sampai pekuburan. 

Sebelumnya almarhumah di shalatkan di Masjid desa sabang yang jaraknya tidak jauh dari lokasi pemakaman. Alhamdulillah, jumlah jamaah yang ikut shalat jenazah cukup banyak. Saya tidak ikut. Terlambat. Padatnya kenderaan yang turut mengantar membuat sebagian pelayat tidak dapat melaksanakan shalat jenazah. 

Kini almarhumah telah kembali ke haribaan Tuhannya. Hanya untaian doa yang dapat kami panjatkan. Semoga almarhumah, ibu Samsidar, S. Ag., M. Pd. I mendapat tempat yang membahagiakan, dilapangkan kuburnya, dan semua amal ibadahnya mendapat ganjaran pahala disisi Allah SWT amiin. 





Kamis, 26 Mei 2022

Menjaga Komitmen CGP

Kesepakatan peran CGP dan KS seiring perjalanan program PGP akan terus diperbaiki. Kesepakatan ini penting karena menjadi salah strategi yang efektif untuk membantu CGP melakukan tranformasi perubahan di sekolah. Mengapa efektif? karena kesepakatan adalah jalan bersama atau jalan kompromi yang telah terpilih dari sejumlah jalan berliku dan terjal yang umumnya dihadapi oleh CGP. 


Semakin nyata dan operasional kesepakatan yang dibuat bersama dengan KS, maka semakin mudah CGP mewujudkan rencana perubahan yang akan dilakukan. Oleh sebab itu, kesepakatan akan terus kita perbaiki dan sempurnakan.

Kita juga telah menyepakati bahwa salah satu strategi penting dalam mewujudkan harapan dan mengurangi kekhawatiran adalah komitmen maka teguhkan hati, luruskan niat, dan yakinkan bahwa menjaga komitmen adalah amanah yang tidak saja berdimensi horisontal (antar manusia) tetapi lebih dari itu komitmen adalah janji kita kepada Allah SWT Tuhan yang maha kuasa (berdimensi vertikal). 


Tidak ada perjalanan yang mudah, semua pasti penuh dengan tantangan dan jalan terjal. Tapi saya juga yakin CGP bukan guru kaleng-kaleng. CGP adalah guru pilihan yang sudah terseleksi secara ketat. Tidak ada sedikitpun keraguan pada diri saya dan bahkan masyarakat umumnya bahwa CGP terpilih karena kualitas dan bukan karena undian. Sehingga tantangan apapun yang hadir sepanjang perjalanan PPGP ini, CGP pasti mampu mengatasinya. 

CGP tidak perlu meremehnya diri dengan pandangan-pandangan skeptis yang melemahkan program PPGP. Memang tidak ada yang sempurna karena kita manusia bukan sang Khalik yang Maha paripurna. Namun kita manusia normal yang memiliki kesadaran bahwa dibalik ketidaksempurnaan itu justru terdapat hikmah bahwa setiap diri perlu dan wajib memperjuangkan kesempurnaan itu. Itulah visi dan untuk itulah tujuan hidup manusia ada. 


Coba tanya diri kita masing-masing, layakkah kita bekerja, layakkah kita berjuang, layakkah kita berprestasi, layakkah kita mengajak orang lain mencapai kebaikan jika semua yang ada di muka bumi ini telah dibuat sempurna oleh Tuhan. Tidak ..... kita tidak layak berjuang, kita tidak layak lagi bekerja, kita tidak layak lagi mencari kebaikan, kita tidak layak lagi melakukan apapun jika semuanya sudah sempurna. 

Jadi, ketidaksempurnaan adalah jalan yang sediakan oleh Tuhan untuk kita. Ketidaksempurnaan adalah triger untuk memacu setiap orang untuk berjuang menemukan yang terbaik dalam hidupnya, dan ukuran kebaikan itu adalah kebermanfaatan. Rasulullah bersabda “Sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia” (HR. Ahmad). 

Program pendidikan guru penggerak adalah salah satu jalan untuk menjadi bermanfaat bagi manusia lainnya, maka bersungguh-sunggulah menjalaninya. Maka jadilah CGP yang visioner yang selalu berikhtiar dengan nalar kritis dan kreatifitas.


Buang pikiran negatif, tumbuhkan pikiran positif, luruskan niat untuk memberikan kebaikan pada murid kita tercinta. Mereka adalah masa depan kita, mereka adalah investasi kita dunia dan akhirat. Keselamatan kita dan bangsa ini di masa depan akan sangat bergantung pada doa-doa terbaik mereka. Oleh sebab itu beri mereka bekal yang relevan dengan kodrat alam dan kodrat zaman. mereka harus kuat, mereka harus menjadi generasi emas bangsa ini di bawah lindungan Allah swt. 

Allah SWT di dalam Alquran, Surat An-Nisa ayat 9 berfirman, “Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.

Guru Besar Agama Islam IPB Bogor, Prof Dr KH Didin Hafidhuddin MS, ketika menjelaskan makna ayat di atas mengatakan bahwa, lemah yang dimaksudkan dapat menyangkut  beberapa hal. “Yang utama adalah jangan sampai kita meninggalkan generasi penerus yang lemah akidah, ibadah,  ilmu, dan ekonominya, Generasi penerus atau anak di sini, tidak hanya anak biologis, melainkan juga anak didik (murid)” (Sumber: Republika.co.id).

Berpijak pada komitmen bersama di bawah kesadaran atas perintah sang Kuasa, mari bangun semangat dan motivasi intrisik. Amanah telah dipikulkan dipundak sebagai CGP, maka jadilah CGP yang layak sebagai calon pemimpin pendidikan. CGP calon kepala sekolah, CGP calon pengawas, CGP bahkan calon instruktur dan calon pemimpin birokrasi pendidikan. Jangan sia-siakan kesempatan ini. Tidak ada kesempatan yang sama datang dua kali, maka kesempatan yang ada wajib dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. 

Kerjakan tugas dengan visi untuk memberikan perubahan, dan bukan sekedar menyelesaikan tanggungjawab program. Berpikir dan bertindaklah ideal, karena berpikir dan bertindak ideal pun belum tentu sempurna hasilnya. Apalagi lagi berpikir dan bertindak apa adanya atau ada apanya. Materi itu penting, tetapi bukan segala-galanya. Motivasi karena materi pun cenderung dangkal dan relatif singkat bertahan. Tumbuhkan niat tulus dan ikhlas untuk kebaikan bersama, itulah visi sejati seorang CGP.

Lakukan refleksi (muhasabah), karena refleksi adalah jalan terbaik untuk memperbaiki diri. Kelemahan dan kekuatan yang teridentifikasi melaui proses refleksi menjadi jalan dan arah meningkatkan performa. Siklus perencanaan, pelaksanaan, dan refleksi sejatinya adalah putaran roda kehidupan agar kita menjadi lebih baik. 

Allah swt sendiri berfirman dalam surah Al-Mulk ayat 2 "Allah yang menjadikan mati dan hidup, supaya dia menguji kamu, siapa di atara kamu yang lebih baik amalnya. dan Dia Mahas Perkasa lagi Maha Pengampun". Jadi jelas Tuhan menghendaki kepada umatnya untuk selalu memperbaiki amalnya, dan bukan hanya banyak amalnya. 

Hasil kerja yang baik adalah buah dari usaha yang sungguh-sungguh yang berpijak pada komitmen yang kuat dan visi yang jauh ke depan. Langkah awal baru saja dijejakkan, waktu 6 bulan bukan waktu singkat. Dibutuhkan niat ikhlas, motivasi, komitmen, kerja keras dan usaha cerdas dengan nalar kritis dan kreatifitas untuk mewujudkan perubahan yang fundamental di sekolah dan dunia pendidikan pada umumnya.

Jangan lupa negosiasi, komunikasi, dan kolaborasi menjadi pelumas dalam memuluskan setiap usaha transformasi perubahan di sekolah agar sekat-sekat dan gesekan kepentingan dapat di atasi secara mulus dan lancar. Berusaha, berikhtiar dan berdoa patut dilakukan agar panen hasil belajar menjadi maksimal.

#tergerakbergerakbergerak

#semangatkelasB5.49