Pengikut

Jumat, 09 Agustus 2019

RPP matematika

Rencana Pembelajaran (RPP) merupakan dokumen penting bagi seorang guru. Dapat dikatakan tanpa RPP seorang guru tidak mungkin dapat melaksanakan pembelajaran dengan baik. RPP merupakan pedoman utama guru dalam melaksanakan pembelajaran di kelas. Bahkan RPP dapat menjadi gambaran awal kualitas pembelajaran yang akan dilaksanakan. Semakin baik sebuah RPP yang dibuat, maka akan semakin baik pula implementasi pembelajarannya, demikian pula sebaliknya. Oleh karena itu penyusunan dan pengembangan RPP perlu dilakukan dengan cermat, telitih, dan lengkap dengan mempetimbangkan berbagai aspek yang dapat  mempengaruhi proses pembelajaran.
Menyusun RPP pada prinsipnya sama dengan menyusun gambar rencana bagi seorang arsitek. Bagi seorang arsitek, gambar rencana yang dibuatnya merupakan petunjuk dan pedoman utama dalam membangun sebuah bangunan. Oleh karena itu, ketika seorang arsitek atau konsultan memeriksa sebuah bangunan, maka yang dilakukannya adalah memeriksa kembali terlebih dahulu gambar rencana yang telah dibuat kemudian membandingkannya dengan keadaan bangunanan yang telah bangun. Semakin tinggi tingkat kesesuaian bangunan dengan gambar rencana, maka akan semakin baik. Tetapi jika kemudian ditemukan ketidaksesuaian, maka sang arsitek atau konsultan akan menandai lalu melakukan koreksi dan meminta sang pekerja untuk menyempurnakan bangunan sesuai dengan gambar rencana. Namun jika ditemukan suatu kondisi yang tidak memungkinkan untuk mengikuti gambar rencana, maka biasanya dilakukan peninjauan kembali terhadap gambar rencana dan disesuaikan dengan kondisi yang ada.
Cara kerja seorang arsitek pada tahap perencanaan relatif sama dengan cara kerja seorang guru pada saat menyusun RPP. Seperti gambar rencana yang dibuat oleh arsitek, kualitas RPP akan terukur dari seberapa tepat RPP tersebut terlaksana. Semakin banyak kesesuaian antara RPP dengan pelaksanaan pembelajaran, maka berarti semakin baik RPP yang dibuat. Tetapi apakah hal ini akan berlaku sebaliknya, belum tentu. Pelaksanaan pembelajaran yang kurang baik, tidak serta merta menggambarkan kelemahan atau kekurangan RPP. Bisa jadi pelaksanaan pembelajaran yang kurang baik tidak berasal dari RPP tetapi justru berasal dari kelemahan pelaksananya. Dalam hal ini kemampuan dan kompetensi guru akan turut menentukan. Disinilah kemudian pekerjaan arsitek sebagai perencana berbeda dengan guru sebagai pembuat RPP. Jika seorang arsitek menyusun rencana dan menyerahkan pelaksanaannya ke pihak pekerja, maka berbeda dengan guru. Seorang guru adalah seorang perencana sekaligus pelaksana. Oleh karena itu, kemampuan seorang guru tidak hanya mampu menyusun rencana, tetapi juga harus mampu melaksanakannya. Disatu sisi mungkin hal ini terlihat mudah, karena perencana sekaligus pelaksana, tetapi dalam kenyataannya tidaklah demkian.    .
Pembelajaran yang dilaksanakan oleh setiap guru sudah semestinya sesuai dengan RPP yang disusun atau dikembangkan baik oleh guru itu sendiri maupun orang lain. Disini kami memberikan beberapa RPP mata pelajaran matematika, khususnya kelas XII SMK yang dapat Bapak/ibu guru jadikan rujukan dalam mengembangkan RPP yang sesuai dengan karakteristik kelas, siswa, dan kondisi sekolah Bapak/ibu. Untuk memperoleh RPP ini Bapak/ibu dapat mengklik link berikut  Download.

0 comments:

Posting Komentar